Ancaman perubahan iklim semakin nyata dirasakan Indonesia. Meningkatnya suhu udara global, cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan menjadi sinyal bahwa persoalan iklim kini bukan lagi sekadar isu lingkungan
KUMPULAN BERITA Krisis iklim
Surabaya (beritajatim.com)- Sagu, singkong, jagung, ubi/talas, dan sorgum dapat menjadi sumber karbohidrat lokal yang mengenyangkan, bergizi, dan memperkuat ketahanan pangan…
IAIFA Kediri soroti krisis lingkungan dari Maqashid Syariah, ungkap bahaya eksploitasi alam dan dorong solusi sampah berbasis Islam
Krisis pengelolaan sampah di wilayah Malang Raya, termasuk Kota Batu, kian mendesak seiring dengan penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Di tengah tantangan krisis iklim global yang semakin mendesak, seorang akademisi dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) membawa gagasan inovatif ke panggung dunia.
Greta Thunberg, kini berusia 22 tahun, dikenal sebagai remaja pemberani yang bersuara lantang tentang perubahan iklim. Dalam usia 15 tahun, pada Agustus 2018, dia memulai gerakan membolos sekolah saban Jumat, Skolstrejk för klimatet (mogok sekolah untuk iklim), sebagai bentuk desakan agar semua orang berbuat nyata menyelamatkan Bumi.
Para ilmuwan dunia berkumpul di Surabaya mencari solusi mengatasi krisis iklim. Mereka duduk bersama dalam forum Humboldt Kolleg-Translate Southeast Asia 2024.
Krisis iklim merupakan ancaman global yang dihadapi seluruh negara, termasuk Indonesia. Fenomena seperti kegagalan panen, kekeringan, dan kenaikan suhu bumi disebabkan oleh aktivitas manusia yang terus menerus menghasilkan karbon.
Krisis iklim dan kerusakan lingkungan menjadi topik yang banyak diperbincangkan. Dampak yang terjadi adanya krisis iklim ini cukup beragam.
Pemerintah Kota Kediri berusaha menyelamatkan puluhan sumber mata air di tengah ancaman krisis iklim dengan menggelar Ekspedisi Penyelamatan Mata Air.









