IHSG ditutup melemah di level 8.951,01 pada 23 Januari 2026 karena tekanan eksternal dan domestik. Simak analisis serta rekomendasi saham dari analis IPOT.
KUMPULAN BERITA IPOT
IHSG menguat ke 8.748 sepanjang akhir 2025–awal 2026 didorong net buy asing dan January Effect. IPOT proyeksikan peluang ATH pekan ini.
IHSG diprediksi menguat pekan ini berkat fenomena Santa Claus Rally dan Window Dressing. Cek rekomendasi saham JPFA, MEDC, hingga INKP dari IPOT.
RDPU kian menarik sebagai cash management jangka pendek. Indo Premier Sekuritas sebut imbal hasil bersih dan likuiditas RDPU lebih unggul dari deposito Himbara.
Bencana banjir Sumatra berpotensi memicu lonjakan inflasi dan mengancam window dressing Nataru IHSG. Cek analisis dan 4 rekomendasi saham serta obligasi IPOT.
IHSG diproyeksi tembus 8.400 didorong arus modal asing, musim laporan keuangan emiten, dan stabilnya ekonomi domestik, menurut riset IPOT.
Tren penurunan suku bunga BI mendorong kenaikan harga obligasi dan membuka peluang capital gain bagi investor yang memegang seri fixed rate seperti FR0097.
Saham perbankan naik tajam, jadi incaran investor. IPOT tawarkan Power Fund Series (PFS) sebagai solusi cerdas untuk pemula.
Ekonomi tumbuh 5,12 persen di Q2 2025, jadi katalis positif IHSG. IPOT rekomendasikan saham perbankan, telekomunikasi, properti, dan obligasi FR0091.
Investasi properti untuk pensiun mulai ditinggalkan. Obligasi pemerintah dinilai lebih aman, likuid, dan hasilkan passive income pasti.







