Surabaya (beritajatim.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan pekan ini, 15-19 Desember 2025. Fenomena tahunan Window Dressing dan Santa Claus Rally diyakini menjadi katalis utama, dengan target pergerakan indeks berada dalam rentang support 8.570 dan resistance 8.800.
Optimisme ini muncul setelah IHSG sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) baru di level 8.777 pada pekan lalu. Arus dana asing (foreign net buy) yang deras senilai Rp892 miliar menjadi sinyal positif kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Sektor energi menjadi bintang lapangan pada perdagangan pekan lalu dengan lonjakan 6,49 persen. Kenaikan fantastis saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 54,62 persen menjadi motor penggerak utama. Pelaku pasar berspekulasi saham “sejuta umat” ini berpotensi masuk ke dalam indeks bergengsi MSCI Standard Cap, naik kelas dari posisinya saat ini di MSCI IMI dan MSCI Small Cap Index.
Sentimen Global dan Domestik
Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus menjelaskan, pergerakan pasar pekan lalu ditopang oleh keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke level 3,50–3,75 persen. Keputusan ini sejalan dengan estimasi pasar meski diwarnai perbedaan pendapat internal (voting 9-3).
“Berdasarkan sentimen global, yakni konsensus data ekonomi Amerika Serikat, kami menilai kondisi-kondisi tersebut akan membuka peluang yang lebar untuk Federal Reserve melanjutkan pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada 1Q26 mendatang,” analisis Indri.
Untuk pekan ini, perhatian investor tertuju pada rilis data Non Farm Payrolls (NFP) AS bulan Oktober dan November, inflasi AS, serta pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI). Konsensus pasar memperkirakan BI akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke level 4,5 persen.
Meski demikian, IPOT menilai BI kemungkinan tidak akan terburu-buru dan baru akan mengeksekusi pemangkasan pada awal 2026. Skenario ini justru dinilai positif karena membuka kesempatan besar bagi aliran dana masuk ke pasar saham.
“Di sisi lain, kami menilai fokus para pelaku pasar saat ini tengah tertuju pada beberapa emiten yang dinilai memiliki potensi besar untuk masuk dalam rebalancing indeks MSCI, sehingga banyak yang mengambil momentum kenaikan harga secara teknikal tersebut,” tandasnya.
Indri meyakini kondisi pasar saat ini yang berada di penghujung tahun akan diwarnai oleh fenomena Window Dressing (upaya manajer investasi mempercantik portofolio) dan Santa Claus Rally (kenaikan harga saham jelang Natal dan Tahun Baru).
“Saat ini IHSG tercatat sudah menguat sebesar (+1,78 persen MTD). Kami menilai, IHSG masih memiliki peluang untuk dapat melanjutkan penguatannya pada pekan ini dan akan bergerak bervariasi cenderung menguat,” tambah Indri.
Rekomendasi Saham Pilihan IPOT
Merespons potensi cuan di akhir tahun, IPOT merekomendasikan empat aset pilihan yang memiliki teknikal menarik:
- Buy JPFA (PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk)
– Support/Stop Loss: < 2.560
– Target Price: 2.800
– Analisis: Membentuk pola bullish falling wedge dan berada dalam kondisi risiko rendah (low risk). - Buy on Breakout MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk)
– Support/Stop Loss: < 1.290
– Target Price: 1.445
– Analisis: Candlestick membentuk marubozu disertai aliran dana masuk (inflow), menandakan potensi breakout yang besar. - Buy INKP (PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk)
– Support/Stop Loss: < 8.000
– Target Price: 8.800
– Analisis: Secara teknikal memperlihatkan technical rebound. Laba bersih per kuartal III-2025 naik 44,15 persen didorong penurunan beban lain-lain. - Buy Power Fund Series (PFS) Premier ETF Syariah JII (XIJI)
– Analisis: Memiliki komposisi bobot besar pada sektor energi yang diprediksi masih menjadi sorotan utama perdagangan pekan ini.
[beq]






