Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menyerap gabah yang dipanen petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Januari hingga pertengahan Maret 2026 sebesar 87 ribu ton atau setara 44.500 ton beras dam 2.300 ton jagung. Stok beras di gudang Bulog Jember hingga saat ini tersimpan 90 ribu ton.
KUMPULAN BERITA beras Jember
Penyerapan gabah di Jember terkendala kemitraan dengan pengusaha penggilingan. Subsidi bisa jadi solusi.
Kebijakan Badan Pengan Nasional (Bapanas) yang menghilangkan rafaksi dalam sistem jual-beli gabah berdsarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dikecam oleh kalangan pengusaha penggilingan beras dan petani.
Kalangan petani mempertanyakan fungsi dan peran Badan Pangan Nasional (Bapanas). Mereka meminta pemerintah lebih mengedepankan fungsi Badan Urusan Logistik (Bulog).
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, inflasi bulanan di Jember pada Maret 2024 mencapai 0,63 persen dan Jatim 0,64 persen. Sementara inflasi tahunan (year-on-year) Jember sebesar 2,53 persen dan Jatim 3,04 persen.
Badan Urusan Logistik (Bulog) tengah berproses menyerap gabah dan padi petani Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sesuai dengan keputusan Badan Pangan Nasional, Bulog diperintahkan menyerap gabah dan beras dengan harga fleksibel sehingga petani tertarik menjual kepada pemerintah.
Asosiasi Petani Pangan Indonesia Jawa Timur berunjuk rasa dan membagikan dua kuintal beras di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudarman, Senin (25/3/2024) sore.
Belum ada target serapan gabah petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini. Namun stok beras di gudang aman hingga Mei 2024.
Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai, mahalnya harga beras di pasaran tak lepas dari dari dampak konversi lahan pertanian menjadi bangunan.
Kendati saat ini Jawa Timur mengalami surplus, beras impor tetap masuk. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap Badan Urusan Logistik bisa memanajemennya dengan baik.









