Aksi pembersihan blooming eceng gondok di Sungai Bengawan Solo sekitar kawasan jembatan Kecamatan Malo tidak cukup berdampak.
KUMPULAN BERITA bengawan solo
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut melakukan pembersihan eceng gondok yang menutup permukaan aliran Sungai Bengawan Solo. Blooming eceng gondok itu sepanjang lebih dari 5 kilometer dari mulai dari Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Padangan, Malo, hingga Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Eceng gondok dari hasil pembersihan yang dilakukan di Bengawan Solo sekitar kawasan jembatan Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro rencananya dijadikan pupuk
Penyebaran eceng gondok di Sungai Bengawan Solo semakin meluas. Salah satu jenis tanaman yang mengganggu atau gulma ini terlihat memenuhi permukaan sungai. Sehingga aliran sungai terpanjang se-Pulau Jawa itu terlihat hijau.
Sampah plastik terlihat banyak menumpuk di atas tanaman eceng gondong yang memenuhi permukaan Sungai Bengawan Solo.
Kondisi permukaan Sungai Bengawan Solo terutama di wilayah hulu yang mengalir di Kabupaten Bojonegoro penuh dengan tanaman eceng gondok.
Kasi KL BPBD Kabupaten Bojonegoro Agus Purnomo mengimbau warga tepian Sungai Bengawan Solo tetap waspada saat melakukan aktifitas di sungai.
Pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Desa Guyangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro berlanjut.
Pemuda Bojonegoro dilaporkan hilang saat mandi di Sungai Bengawan Solo bersama dua temannya. Diduga, pemuda bernama Nicky Tri Armanando (19), tenggelam.
Dinas PU Bina Marga Jatim melakukan pengecekan kontruksi jembatan Kaliketek di Bojonegoro yang diduga retak bagian plengsengan.









