Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, mengajak generasi muda melihat politik sebagai ruang menentukan arah masa depan bangsa. Ajakan itu disampaikan saat memberi materi dalam kegiatan Tadarus Politik Gen Z yang bertema “Speak Up or Stay Silent, Gen Z dalam Pusaran Politik Hari ini” di DPD Gerindra Jawa Timur di Surabaya, Jumat (27/2/2026).
Di hadapan mahasiswa dan anak muda, Cahyo memulai dengan memotret cara pandang mereka terhadap politik praktis dan kebijakan pemerintah. Dia menilai generasi muda memiliki modal penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Pada dasarnya mereka ini adalah generasi muda yang memiliki idealisme dan nalar kritis yang sangat baik dan ini harus kita jaga,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur ini.
Menurut dia, kritik dari mahasiswa dan anak muda dibutuhkan agar bangsa tidak kehilangan arah. Tanpa kontrol publik dari generasi muda, cita-cita kemerdekaan akan sulit diwujudkan secara utuh.
“Karena tanpa idealisme dan kritik dari teman-teman generasi muda atau mahasiswa maka kita menjadi suatu bangsa tidak akan bisa menjadi bangsa yang sempurna, tidak akan menjadi bangsa yang betul-betul mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan secara utuh,” katanya.
Cahyo juga mengingatkan politik tidak berhenti pada pemilu atau pergantian pemimpin. Dia menyebut politik adalah ruang diskusi publik yang menentukan apakah kebijakan berpihak pada masyarakat.
“Nah, karena itu ini adalah momentum yang baik dan kami sampaikan kepada teman-teman untuk melihat politik itu tidak hanya dari sisi perspektif pesta demokrasi atau melahirkan calon pemimpin baru,” ujarnya.
Dia menyampaikan keberpihakan partai Gerindra kepada generasi muda terlihat dari banyaknya kader muda yang diberi tanggung jawab memimpin di daerah. Kepercayaan itu, kata dia, diberikan langsung oleh pimpinan partai di tingkat pusat maupun daerah.
“Kalau keberpihakan pada pemuda atau generasi muda saya rasa tidak perlu diragukan lagi ya. Bagaimana banyak sekali anak-anak muda yang diberikan tugas oleh Partai Gerindra baik Bapak Prabowo maupun Bapak Anwar Sadad menjadi ketua DPC atau pimpinan-pimpinan fraksi di Kabupaten Kota di Jawa Timur,” katanya.
Cahyo menilai regenerasi kepemimpinan menjadi kunci keberlanjutan organisasi politik. Menurut dia, kepercayaan kepada anak muda adalah bagian dari strategi membangun masa depan partai sekaligus bangsa.
“Ini adalah bukti bahwa Pak Prabowo memiliki keberpihakan, memiliki kepercayaan kepada generasi muda untuk memberikan amanah dan tanggung jawab untuk memimpin di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Saat ditanya kesiapan menerima kritik masyarakat, Cahyo menjawab partainya siap membuka ruang diskusi seluas-luasnya. Namun dia mengingatkan kritik harus tetap berpijak pada nilai kebangsaan.
“Sangat siap dan ini tadi kita membuka ruang diskusi, masukan, kritik dari teman-teman seluas-luasnya tetapi kembali lagi harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu harus bijak, harus menjunjung tinggi bagi nilai-nilai etika dan juga nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar,” pungkasnya. [asg/ian]






