Surabaya (beritajatim.com) – DPD Partai Gerindra Jatim terus memperluas ruang komunikasi dengan kalangan mahasiswa. Melalui program bertajuk Tadarus Politik Gen Z, partai berlambang kepala garuda itu menghadirkan forum diskusi yang dirancang khusus untuk generasi muda, khususnya mahasiswa di Surabaya.
Pada edisi keempat Tadarus Politik Gen Z, tema yakni ‘Leadership Zilenial: Pemimpin Ideal versi Anak Muda’. Kehadiran para mahasiswa dari lintas kampus Surabaya membuat diskusi berlangsung dinamis.
Ketua DPC Gerindra Jombang, Octadella Bilytha Permatasari menekankan pentingnya generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik. Generasi milenial dan Gen Z merupakan bagian dari bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Karena itu, mereka harus memiliki kesadaran politik yang baik.
“Adik-adik sekarang ini berada di era bonus demografi. Saya mengajak mereka untuk melek politik. Kenapa? Karena hampir semua aspek kehidupan kita adalah produk dari politik,” ujar Della di Kantor Gerindra Jatim, Sabtu (7/3/2026).
Wakil Ketua DPRD Jombang ini menilai, sebagai kelompok demografi terbesar di Indonesia, anak muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh sebab itu, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga harus terlibat aktif dalam proses politik.
“Sebagai demografi terbesar, mereka harus terlibat aktif untuk memperjuangkan kebutuhan mereka sendiri. Karena yang paling memahami kebutuhan generasi muda tentu adalah mereka sendiri,” katanya.
Della juga menegaskan bahwa pemimpin di masa depan merupakan representasi dari generasi yang memilihnya. Karena itu, keterlibatan anak muda dalam politik menjadi sangat penting.
Della juga berbagi pengalaman mengenai bagaimana Partai Gerindra di Kabupaten Jombang mulai melibatkan anak muda dalam struktur kepengurusan partai.
Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting dalam menjaga dinamika organisasi politik.
“Di Jombang kami mulai melibatkan anak-anak muda dalam struktur kepengurusan, terutama di bidang administrasi. Bahkan di kantor Gerindra rata-rata yang terlibat sudah anak-anak muda,” jelasnya.
Selain itu, proses kaderisasi juga terus dilakukan dengan merangkul generasi muda dari berbagai latar belakang.
“Kami mulai merajut simpul-simpul anak muda, tidak hanya di kepengurusan PAC, tetapi juga dari kalangan generasi muda yang memiliki minat dalam dunia politik,” tambahnya.
Della mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk menggunakan hak pilih secara bijak serta melakukan riset terhadap calon pemimpin yang akan dipilih. Ia berharap pada pemilu mendatang para pemilih muda benar-benar mempelajari rekam jejak dan gagasan para calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.
“Harapannya teman-teman bisa mengeksplorasi calon pemimpin mereka. Riset dulu, pilih yang sesuai dengan akal sehat dan nurani. Karena pemimpin itu nanti akan menentukan bagaimana nasib kita semua,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa sikap apatis terhadap politik justru dapat berdampak buruk bagi masa depan bangsa.
“Sebagai anak muda kita tidak boleh apatis. Anak muda adalah pemilik hari ini sekaligus pemilik masa depan. Kalau kita apatis, lalu bagaimana kelanjutan Indonesia ke depan?” tegasnya.
Melalui forum seperti Tadarus Politik Gen Z, Della berharap mahasiswa dapat memiliki ruang untuk berdialog langsung dengan para politisi sekaligus menyampaikan gagasan mereka terkait kebijakan publik. Ia menilai forum tersebut menjadi wadah yang efektif untuk mempertemukan ide-ide dari generasi muda dengan dunia politik yang lebih luas.
“Tadarus Gen Z ini adalah bagian dari kehadiran Partai Gerindra untuk anak-anak muda. Lewat forum ini kita bisa berdialog secara langsung, tidak hanya bertemu di media sosial,” katanya.
Menurutnya, pertemuan tatap muka semacam ini memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan yang lebih mendalam antara mahasiswa dan para pengambil kebijakan.
“Kita bisa mendengarkan gagasan dari adik-adik, pendapat mereka, bahkan brainstorming bersama. Mungkin ada kebutuhan dari generasi muda yang harus kita wadahi dalam kebijakan publik ke depan,” tandasnya. (tok/ian)






