Jomban (beritajatim.com) – Tim LKNU (Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama) PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Jombang ikut terjun dalam membantu korban banjir di Dusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben.
Petugas yang terdiri dari dokter dan perawat tersebut diterjunkan ke lokasi banjir sejak Rabu (11/12/2024). Diantara petugas medis yang diterjunkan, yakni dr. Feri Eko Santoso, serta dr. M. Sjarifudhin Sp.M.
Selain itu, ada dari kalangan perawat, antara lain Ahmad Yahya S.Kep.Ners, Handik Eko Cahyono S.kep.Ners, serta Bayu Ratna Kusuma S.Kep.Ners. Kemudian, ada apoteker, Apt. Lilies Purwanto, S.Si.
Petugas kesehatan yang diterjunkan LKNU PCNU Jombang, juga didukung tim medis dari
RS Unipdu Medika, RSNU, RS Hasyim Asy’Ari, RSIA Muslimat Jombang, serta mahasiswa dari STIKES Bahrul Ulum Tambakberas.
Seperti diketahui, banjir melanda Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, serta Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, sejak Sabtu (7/12/2024). Hingga Minggu (15/12/2024), banjir akibat luapan air sungai Avfour Watudakon tersebut berangsur surut.
Namun demikian, akibat banjir tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi, dari total sekitar 1.200 jiwa yang terdampak banjir, baik dari Dusun Beluk, Desa Jombok, serta dari Dusun Kedondong, Desa Blimbing.
Buka Pos Pelayanan Hingga Kunjungi Warga
Koordinator tim medis di lokasi banjir, dr. Feri Eko Santoso, mengungkapkan, dalam memberikan pelayanan terhadap warga terdampak banjir, pihaknya membuka pos pelayanan kesehatan di posko bencana yang disiapkan LPBI PCNU Jombang, di Desa Jombok.
Selain membuka pos tetap, tim medis LKNU PCNU Jombang juga bergerak secara aktif ke lokasi banjir dengan membuka pos pelayanan di Masjid Dusun Beluk, sebagai langkah jemput bola.
Petugas kesehatan LKNU PCNU Jombang juga sesekali merangsek ke perkampungan sambil menyusuri banjir untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang tidak mengungsi.
Menurut dokter Feri, hal itu dilakukan mengingat tidak semua warga yang terdampak mengungsi ataupun tinggal di pengungsian yang disiapkan oleh BPBD Kabupaten Jombang.
“Sesuai hasil koordinasi dengan posko tanggap darurat bencana, kami diberikan keleluasaan. Karena di pos pengungsian sudah ada petugas medis yang disiagakan, kami bagian melayani warga yang tidak tinggal di pengungsian,” ujarnya, Sabtu (14/12/2024).
Selain membuka pos pelayanan di Posko LPBI PCNU Jombang, tim kesehatan LKNU juga berkeliling ke rumah-rumah warga untuk mengecek kondisi kesehatan warga yang tidak mengungsi.
Hal itu seperti dilakukan pada Sabtu (14/12/2024), dimana beberapa petugas kesehatan dari LKNU PCNU Jombang menyusuri kawasan perkampungan yang masih terendam banjir dengan menggunakan perahu karet.
Peduli Bencana Kemanusiaan

Ketua LKNU PCNU Jombang, dr. Rokhimah Riza, M.Biomed mengatakan, pihaknya menerjunkan tim kesehatan ke lokasi banjir sebagai bagian dari kepedulian terhadap warga yang wilayahnya dilanda banjir.
“Bencana banjir ini merupakan bencana kemanusiaan. Kami berharap, tim kesehatan yang kami terjunkan bisa membantu meringankan beban korban banjir,” ujar dia.
Langkah LKNU menerjunkan tim kesehatan ke lokasi banjir, sejalan dengan instruksi PCNU Jombang kepada seluruh elemen di lingkungan NU, terkait perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di Kabupaten Jombang.
PCNU Kabupaten Jombang sudah mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh jajarannya terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Instruksi ini dikeluarkan mengingat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Jombang, yang berpotensi menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Instruksi itu tertuang dalam Surat Instruksi No. 152/PC/A.II/L.12/12/2024. [suf]






