Bojonegoro (beritajatim.com) – Divisi Penyelenggaraan Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro Fatma Lestari mengatakan, pihaknya telah menyiapkan alat bantu huruf braille. Alat bantu itu untuk memfasilitasi penyandang Tunanetra dalam proses pencoblosan Pemilu 2024.
Keberadaan alat bantu bagi pemilih disabilitas sensorik netra ini menjadi alternatif. Sebab, lanjut Fatma, dalam aturan yang berlaku, penyandang disabilitas diberi kebebasan untuk menggunakan hak suaranya sendiri atau melalui perwakilan kepada orang yang sudah dipercaya untuk mendampingi.
“Alat bantu braille, KPU menyiapkan. Tapi kembali lagi pada pemilik hak suara karena juga bisa menggunakan orang kepercayaan masing-masing yang bisa mewakili saat mencoblos,” ujar Fatma Lestari, Minggu (14/1/2024).
Sehingga, bagi penyandang tunanetra ini, dalam pencoblosan nanti akan diberi pilihan. Apakah menggunakan alat bantu berupa huruf braille atau sudah mempercayakan kepada pendamping. “Sehingga nanti akan disampaikan kepada pemilik hak suara (tunanetra) apakah menggunakan braile atau lewat pendamping,” imbuhnya.
Fatma menuturkan salah satu fasilitas itu diharapkan bisa membantu pemilih disabilitas, khususnya tunanetra untuk bisa menyalurkan hak suaranya. Mengenai jumlah yang akan disiapkan, pihaknya masih menunggu keputusan bersama KPU Republik Indonesia nantinya.
Sementara diketahui, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah ditetapkan KPU Bojonegoro sebanyak 1.033.836 pemilih. Rinciannya laki-laki sebanyak 514.403 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 519.433 pemilih. Jumlah tersebut tersebar di 28 kecamatan yang ada di Bojonegoro.
“Dari jumlah tersebut, pemilih disabilitas ada sebanyak 5.395 orang,” ujar Divisi Data dan Perencanaan KPU Bojonegoro, Mohammad Muchlisin. [lus/but]






