Surabaya (beritajatim.com) – Patung ikonik Suro dan Boyo kini memiliki bentuk unik yang terbuat dari seribu knalpot hasil razia Satlantas Polrestabes Surabaya. Knalpot ini adalah knalpot brong, atau knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi standar, yang berhasil dikumpulkan selama satu tahun operasi.
Pada awalnya, ribuan knalpot sitaan ini hanya menumpuk di lokasi barang bukti Satlantas Polrestabes Surabaya dan direncanakan untuk dimusnahkan secara massal. Namun, dalam langkah inovatif, seribu knalpot ini akhirnya disulap menjadi patung Suroboyo. Proses perencanaan hingga pembuatan patung ini memakan waktu enam bulan.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa razia knalpot brong yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Surabaya sangat membantu dalam menjaga ketenangan warga kota. “Dengan adanya razia ini, ketenangan warga lebih terjamin. Sekarang, seribu knalpot brong ini menjadi monumen Suroboyo Wani, sebuah karya seni yang tinggi nilainya,” ujar Eri Cahyadi.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, menegaskan bahwa patung Suroboyo dari seribu knalpot brong ini ditempatkan di perbatasan kota, pintu masuk Surabaya. “Diharapkan dengan adanya patung ini, warga dari luar Surabaya yang akan masuk kota tidak lagi menggunakan knalpot brong,” kata Pasma Royce.
Meskipun telah membuat patung dari knalpot brong, Satlantas Polrestabes Surabaya akan terus melakukan razia terhadap pengendara yang menggunakan knalpot tidak standar ini, demi kenyamanan dan ketertiban kota. [way/but]






