Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggunakan sistem pengawasan berbasis digital untuk memantau pergerakan 153 Koperasi Merah Putih secara penuh waktu atau real time, Jumat (1/8/2025).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan bahwa pengawasan digital ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan Koperasi Merah Putih berjalan lancar.
“Jadi salah satu tugas Dinkopdag Surabaya adalah memonitor pergerakan hidup-matinya koperasi. Kalau secara manual tentu kesulitan, karena itu kami siapkan proses digitalisasi,” kata Febrina, Jumat (1/8).
Menurut Febrina, dengan sistem digital tersebut, koperasi dapat langsung menginput kebutuhan atau kendala yang dihadapi. Contohnya, jika koperasi membutuhkan stok beras dalam jumlah besar, Dinkopdag bisa segera membantu mencarikan pemasok.
“Kalau misalnya ada arus yang berhenti karena stok belum laku, itu bisa kami baca dari sistem. Harapannya sampai pada pelaporan koperasi pun bisa dilakukan secara transparan dan efisien,” tuturnya.
Selain itu, Febrina menegaskan bahwa Dinkopdag juga akan memberikan pelatihan kepada pengurus koperasi dan pelaku UMKM Koperasi Merah Putih. Pelatihan ini bertujuan agar mereka memahami sistem kerja koperasi, strategi bisnis, dan manajemen keuangan.
“Kami minta teman-teman lurah dan camat menumbuhkan pemetaan dulu. Setelah itu akan kelihatan koperasi itu mau jual apa, ke mana, dan apa saja yang harus diklik di sistem. Kami siap mendampingi,” jelasnya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah mengeluarkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang memungkinkan Koperasi Merah Putih untuk menjalankan berbagai bidang usaha sesuai kebutuhan dan potensi lokal. Sebagai contoh, koperasi dapat bergerak di sektor pangan, seperti menyediakan beras bagi warga atau pelaku UMKM makanan
“Misalnya ada UMKM pembuat kue yang butuh beras, koperasi bisa jadi penghubung untuk mendatangkan bahan baku dari pemasok. Lalu UMKM itu menjadi anggota koperasi. Jika ingin mengembangkan usahanya, koperasi bisa mencarikan akses permodalan,” tutup Febrina. [kun]






