Malang (beritajatim.com) – Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., resmi terpilih kembali untuk memimpin Politeknik Negeri Malang (Polinema) sebagai Direktur periode 2025-2029. Dalam Rapat Senat Tertutup yang digelar pada Sabtu (4/10/2025), Supriatna yang merupakan petahana berhasil meraih suara mayoritas mutlak, mengukuhkan posisinya untuk menahkodai Polinema di periode kedua.
Proses pemilihan yang sempat tertunda dari jadwal semula ini berjalan lancar dengan dihadiri oleh 40 anggota Senat dan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memiliki 22 suara.
Ketua Panitia Pemilihan Direktur, Ir. R.N. Akhsanu Takwim, S.T., M.T., menjelaskan rincian perolehan suara yang menunjukkan kemenangan telak bagi Supriatna.
“Dari total 62 suara, calon nomor urut 2, Bapak Insinyur Supriatna Adhisuwignjo, memperoleh 48 suara. Sementara itu, calon nomor urut 1, Bapak Insinyur Ripit Wayu Nugroho, mendapatkan 1 suara, dan calon nomor urut 3, Bapak Mamat Zainurianto, meraih 13 suara,” jelas Akhsanu.
Dengan hasil ini, tahapan selanjutnya adalah pelantikan yang akan segera dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kekosongan jabatan. Mengingat masa jabatan direktur periode sebelumnya berakhir pada 5 Oktober 2025.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian. Mudah-mudahan acara pelantikan dapat berjalan lancar pada 6 Oktober di Jakarta,” tambahnya.
Kuasa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D., yang hadir dalam proses pemilihan, menyampaikan apresiasi atas jalannya demokrasi di lingkungan Polinema. Ia juga menitipkan pesan khusus dari Menteri.
“Selamat kepada Pak Direktur Terpilih. Kami berharap terpilihnya kembali beliau dapat membawa kemajuan yang lebih baik lagi bagi Polinema, karena tantangan pendidikan tinggi saat ini sangat berat,” ujar Prof. Tjitjik.
Ia menekankan pesan Menteri agar seluruh elemen di Polinema, termasuk calon yang tidak terpilih, dapat kembali bergotong royong dan berkolaborasi. Menurutnya, politeknik memegang peran vital sebagai jantung pertumbuhan ekonomi melalui pendidikan vokasi.
“Politeknik diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah. Lulusannya harus memiliki keterampilan dan keahlian yang bisa langsung dihilirkan ke industri, sehingga berkontribusi nyata pada ekonomi nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Polinema Terpilih, Ir. Supriatna Adhisuwignjo menyatakan bahwa amanah ini akan menjadi pijakan untuk melanjutkan program transformasi kampus. Tujuannya agar lebih berdampak bagi masyarakat luas.
“Program ke depan akan selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian. Kami akan mentransformasikan Tridharma Perguruan Tinggi agar memberikan dampak nyata secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” kata Supriatna.
Salah satu fokus utamanya adalah memastikan karya akhir mahasiswa berbasis pada penyelesaian masalah riil di masyarakat, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lebih lanjut, Supriatna memaparkan beberapa klaster transformasi strategis yang akan diusung di antaranya Kampus Internasional untuk membawa Polinema ke kancah global.
“Kampus digital, meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis teknologi informasi. Kemandirian institusi, mendorong Polinema menjadi Politeknik University atau Universitas Sains Terapan (University of Applied Sciences),” ujar Direktur Polinema petahan tersebut.
Kemudian ada program kampus hijau, menjaga komitmen sebagai kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk berkontribusi mengatasi krisis iklim.
“Berbagai klaster ini akan kami harmonisasikan sehingga satu upaya dapat memberikan dampak menyeluruh bagi kemajuan Polinema ke depan,” pungkasnya. (dan/ian)






