Surabaya (beritajatim.com) – Suporter Persebaya tegaskan jika tragedi kericuhan di Stadion Kanjurahan, Malang pasca laga derbi Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang merenggut ratusan nyawa suporter merupakan tragedi.
Kejadian itu dipastikan tak ada campur tangan suporter Persebaya. Hal itu diutarakan langsung oleh perwakilan suporter Persebaya atau Bonek, yakni Husein Ghozali.
“Kejadian ini enggak ada hubungannya sama Bonek,” kata Cak Cong, Minggu (2/10/2022).
Pria yang akrab disapa Cak Cong ini menyebut, Bonek tak ada yang berangkat ke Stadion Kanjurahan, Malang, saat laga dua tim besar Jawa Timur itu berlangsung.
“Mohon dipahami, kami tidak ada yang memberangkatkan (suporter, red),” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
“Bonek tidak ada yang secara teroganisir, terstruktur berangkat ke Kanjuruhan,” lanjutnya.
Pihaknya menghormati kesepakatan untuk tak saling bertandang ketika Persebaya Surabaya dan Arema FC bersua.
“Kami menghormati kesepakatan di Polda Jatim 2006, tidak saling mengunjungi, baik Aremania maupun Bonek saat pertandingan derby ini. Kami menghormati itu,” terangnya.
Setidaknya hingga berita ini diturunkan sebanyak 174 suporter tewas di dalam Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (30/9/2022). Usai Laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 yang akhirnya dimenangkan Persebaya 3-2.(way/ted)






