Surabaya (beritajatim.com) – Maraknya kasus gagal ginjal yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, salah satunya disebabkan oleh faktor suntik vitamin C atau suntik putih. Lantas apa benar suntik putih berpotensi alami gagal ginjal? Begini penjelasannya.
Memiliki kulit cerah merupakan idaman para wanita. Tak heran jika berbagai macam perawatan dilakukan agar bisa mendapatkan kulit yang sehat dan glowing. Salah satu treatment yang biasa dilakukan adalah dengan suntik vitamin C atau suntik putih.
Perawatan ini dilakukan dengan menyuntikkan langsung cairan vitamin C glutathion kolagen dan kandungan lainnya di kulit suntik putih dianggap sebagai cara paling ampuh untuk mendapatkan warna kulit lebih terang dalam waktu singkat zat yang disuntikkan pada kulit ini akan bekerja menghalangi produksi melanin.
Sehingga tak heran jika melihat khasiatnya yang dapat mencerahkan serta membuat kulit lebih lembut sangat menggiurkan. Namun, menurut dr. Silvia Utomo, M.Sc.,
Suntik putih dapat memberikan efek samping bagi kesehatan tubuh
“Selain bisa menimbulkan reaksi alergi dan membuat kulit menjadi lebih sensitif, suntik putih ini juga bisa menyebabkan gangguan ginjal dan hati,” ujarnya dalam kanal YouTube Dokter 24.
Silvia menjelaskan bahwa hal ini terjadi jika dosis vitamin C yang masuk ke dalam tubuh berlebihan. Sehingga timbul penumpukan dan menyebabkan kristalisasi atau batu pada ginjal.
“Kandungan vitamin C yang terlalu tinggi dalam tubuh pun akan berubah menjadi racun sehingga hati bekerja terlalu keras dan fungsi hati menjadi terganggu tetapi suntik ini masih bisa memungkinkan untuk dilakukan, asal ditangani oleh dokter yang berkompeten dan berpengalaman,” imbuhnya.
Jadi, jika ingin suntik putih penting untuk memilih dokter yang sudah terpercaya dan pastikan anda benar-benar paham tentang hasil dan juga risiko yang mungkin terjadi. [fyi/aje]






