Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep pada Agustus 2023 mengalami inflasi ‘Month to Month’ (m-to-m) 0,16 persen. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dibanding angka inflasi JawaTimur sebesar 0,11 pesen. Sedangkan Nasional justru mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.
Angka inflasi m-to-m Sumenep itu paling tinggi diantara 8 kota indeks harga konsumen (IHK) se-Jawa Timur. Inflasi tertinggi kedua terjadi di Surabaya sebesar 0,14 persen. Inflasi terendah terjadi di Madiun sebesar 0,02 persen.
“Untuk perhitungan angka inflasi tahunan (y-on-y) di delapan kota IHK di Jawa Timur selama Agustus 2023, semua mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tahunan tertinggi yaitu Sumenep sebesar 4,72 persen. Sedangkan inflasi tahunan terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 3,16 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Ribut Hadi Candra, Sabtu (02/08/2023).
Ia memaparkan, pada periode Januari 2022 – Agustus 2023, 20 Komoditas yang paling bergejolak harganya dan setiap bulan mengalami perubahan harga diantaranya cabai merah, tomat, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, beras, telur ayam ras.
“Beras merupakan komoditas yang paling besar memberikan sumbangan/andil terhadap inflasi tahunan di bulan Agustus 2023 sebesar 1,01 persen dengan kenaikan harganya mencapai 20,25 persen dibandingkan harga setahun yang lalu. Selain itu, bensin juga menjadi komoditas penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar
0,57 persen,” terangnya.
Ia menambahkan, ada beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi tahunan cukup tinggi di bulan Agustus 2023, namun harganya turun dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu bawang putih sebesar 12,92 persen, daging ayam ras sebesar 6,18 persen, dan emas perhiasan sebesar 0,52 persen. “Sedangkan komoditas yang tetap harganya dibandingkan bulan sebelumnya diantaranya bensin, rokok kretek filter, dan rokok kretek,” ujarnya. (tem/kun)
BACA JUGA: Jaga Kerukunan Umat, Wakapolres Sumenep Temui Jemaat Gereja Pantekosta






