Sumenep (beritajatim.com) – Pada tahun 2024, Kabupaten Sumenep berhasil menghapus status desa tertinggal. Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) 2024, Sumenep kini memiliki 92 desa Berkembang, 137 desa Maju, dan 101 desa Mandiri.
“Alhamdulillah, di tahun 2024 ini Sumenep tidak lagi memiliki desa yang dikategorikan tertinggal. Bahkan, jumlah desa mandiri meningkat,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, pada Selasa (22/10/2024).
Keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang bekerja sama dengan masyarakat Sumenep untuk meningkatkan kesejahteraan desa-desa di wilayah tersebut.
Dari data IDM, terlihat bahwa perkembangan desa-desa di Sumenep berlangsung pesat. Pada 2021, hanya ada 1 desa Mandiri, 54 desa Maju, dan 275 desa Berkembang. Namun, hingga 2023, jumlah desa Mandiri meningkat menjadi 39, desa Maju mencapai 144, dan desa Berkembang menurun menjadi 147.
Anwar menjelaskan, penilaian IDM didasarkan pada tiga aspek utama, yakni Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Pemkab Sumenep memfokuskan pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas pendidikan serta dukungan terhadap UMKM untuk memenuhi ketiga indikator tersebut.
Salah satu program unggulan Bupati Fauzi adalah pembangunan infrastruktur jalan, yang sepanjang 133,32 kilometer telah dibangun sejak 2021 hingga 2024. Selain itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan juga turut mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 2,61 persen pada 2021 menjadi 5,35 persen di 2023, didorong oleh dukungan terhadap UMKM dan berbagai program lainnya.
Dengan berbagai langkah ini, Sumenep diharapkan terus maju dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. [tem/beq]






