Tuban (beritajatim.com) – Seorang pengusaha asal Desa Nguruan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban memiliki omset ratusan juta dari hasil produk UMKM yang meraih banyak penghargaan.
Wanita yang dikenal dengan nama Elis Nur Hayati (32) memiliki usaha merk “SAEEKU” yang berdiri pada tahun 2018 yang berawal dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Diskopumdag Kabupaten Tuban.
“Produk pertama yang kami ciptakan adalah keripik bonggol pisang, yang kemudian berkembang menjadi 20 produk lainnya,” ujar Elis sapaannya.
Berkat inovasi Elis, kini produk-produk SAEEKU telah meraih penghargaan dari berbagai ajang, termasuk juara pertama dalam lomba inovasi produk daerah di Papua, kemudian produknya dikenal di kalangan umum dan tersebar sampai pelosok nusantara.
“Untuk omset usaha SAEEKU saat ini berkisar ntara Rp 100 hingga Rp 200 juta rupiah per tahun,” bebernya.
Selain mengelola usaha, Elis aktif sebagai narasumber pada kegiatan UMKM dan juga memberikan pelatihan berbasis olahan pangan ramah lingkungan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu PKK.
Bahkan, dirinya juga mendapatkan penghargaan dari Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky sebagai tokoh penggerak UMKM di Kabupaten Tuban pada 17 Agustus 2024 kemarin bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah kemarin sungguh luar biasa rasanya mendapatkan penghargaan ini, terima kasih kepada Mas Bupati dan semua instansi yang telah membimbing kami,” ungkap Elis.
Tak hanya itu, Elis juga memaparkan bahwa peran pemerintah kabupaten Tuban telah memberikan support serta memberikan kesempatan untuk mengikuti pameran UMKM.
“Atas dukungan dari Diskopumdag, Disnakerin, Disbudporapar, Dinkes P2KB Tuban kami bisa mengikuti pameran ke Turki,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Elis berharap ke depan pemerintah dapat memberikan lebih banyak fasilitas, termasuk kemudahan izin dan fasilitas untuk ekspor.
“Kami berpesan untuk pelaku UMKM lainnya di Tuban agar tetap semangat dan percaya bahwa kesuksesan dalam usaha akan datang pada waktunya, serta menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan,” pungkasnya. [ayu/ian]






