Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) sukses menggelar ajang Volleyball Tournament Tingkat SMA/MA/SMK Sederajat se-Jawa Timur yang puncaknya berlangsung meriah pada 5 Agustus 2025. Digelar dalam rangka merayakan Dies Natalis ke-44, turnamen ini menjadi panggung adu gengsi para atlet muda.
Turnamen tahunan ini diikuti oleh 32 tim putra dan 20 tim putri dari berbagai penjuru Jawa Timur. Adapun daftar juara kategori putra, setelah menampilkan permainan yang dominan. Posisi juara kedua diraih oleh SMK Nasional A, disusul oleh SMAN 3 Pamekasan yang mengamankan posisi juara ketiga, dan SMK Brantas Karangkates sebagai juara keempat.
Sementara itu, persaingan di kategori putri tak kalah ketat, dengan SMAN 1 Dampit yang sukses merebut trofi juara pertama. SMAN 7 Kediri menempati posisi juara kedua, diikuti oleh SMAN 3 Pamekasan yang kembali unjuk gigi di posisi ketiga, serta SMA Nasional A yang melengkapi daftar pemenang sebagai juara keempat.
Sebagai bentuk apresiasi dan upaya menjaring talenta terbaik, Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengumumkan skema penghargaan menarik. Unisma memberikan penawaran beasiswa menggiurkan bagi para peserta.
“Ini adalah bentuk penghargaan kami kepada semua siswa yang telah berpartisipasi dengan semangat juang tinggi,” jelas Prof. Junaidi pada Selasa (5/8/2025) malam.
Berikut adalah rincian beasiswa yang ditawarkan: Juara 1 (Putra & Putri): Mendapat potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 75% selama dua semester (semester 1 dan 2). Juara 2, 3, dan 4: Mendapat potongan UKT sebesar 75% selama satu semester (semester 1).
“Kemudian bagi peserta yang belum berhasil menjadi juara, Unisma tetap memberikan apresiasi berupa potongan UKT sebesar 30% pada semester ketiga jika mendaftar sebagai mahasiswa Unisma,” ujar Rektor Unisma.
Di tengah tren e-sport yang kian digandrungi, pilihan Unisma untuk konsisten menggelar turnamen voli merupakan sebuah langkah strategis. Menurut Rektor, bola voli dipilih karena melibatkan banyak pemain dalam satu tim, sehingga jangkauan pengenalan Unisma kepada siswa SMA menjadi lebih luas dan efektif.
“Kalau memilih jenis olahraga yang pesertanya banyak, maka semakin banyak yang mengenal Unisma. Di samping untuk pengenalan, ini juga untuk menjaring mahasiswa Unisma yang sudah punya potensi bakat, yang nantinya akan membawa nama baik almamater,” tambahnya.
Terbukti, strategi ini berhasil. Setiap tahunnya, jumlah peserta turnamen selalu meningkat, bahkan kini menjangkau peserta dari Madura, seperti SMAN 3 Pamekasan yang berhasil meraih Juara 3 di kategori putra dan putri.
Salah satu bintang lapangan dari tim juara SMA Nasional A, Genta Aji Setiabudi, mengungkapkan kunci kemenangannya. “Latihannya setiap hari, dari jam 12 siang sampai jam 3 sore, selama tiga bulan penuh menjelang turnamen,” ujar siswa kelas 3 SMA tersebut.
Genta juga mengaku bahwa ini bukan kemenangan pertamanya di Unisma. Dari empat kali partisipasi, timnya telah berhasil meraih juara satu sebanyak dua kali. Saat ditanya mengenai fasilitas, ia mengaku cukup puas dengan venue yang disediakan.
“Cukup puas. Nanti kalau kuliah, bisa jadi (memilih Unisma),” katanya sambil tersenyum, mengisyaratkan ketertarikannya pada tawaran beasiswa yang ada.
Dengan selesainya turnamen ini, Prof. Junaidi secara resmi menutup rangkaian acara. “Kami berharap para juara dapat terus mengasah bakatnya untuk berprestasi di level yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional,” katanya menutup. (dan/ian)






