Surabaya (beritajatim.com) – Di era globalisasi ini peluang untuk bekerja dan memiliki profesi di luar negeri bukanlah hal yang tidak mungkin. Oleh karenanya banyak masyarakat yang kini fokus untuk mencari peluang-peluang kerja itu.
Magnet Solusi Intergra bersama Dewi Avilia kali ini menggelar webinar yang bertajuk Sukses Berkarier di Luar Negeri. Dewi Avilia merupakan Kepala Bagian Layanan Hukum, BHAKP di Beijing, membagikan pengalamannya selama berkuliah dan bekerja di luar negeri.
Dewi memaparkan bahwa memang banyak negara yang memerkerjakan expatriate karena beberapa negara seperti Korea Selatan dan China mengalami penulurun angka kelahiran. Sehingga kekurangan banyak tenaga kerja.
“Memang sejak beberapa tahun lalu, negara-negara memerlukan kolaborasi untuk bisa terus memajukan perekonomian, untuk karenanya era kolaborasi ini dibutuhkan talent-talent atau tenaga kerja yang tidak hanya dari negara tersebut tapi juga dari negara lain,” ujar Dewi.
Selain itu, memang kebutuhan akan pekerja asing itu untuk membawa kemutakhiran dan keahlian dari luar terutama dibidang industri dan teknologi. Khususnya untuk ekspatriat dari Indonesia yang dipekerjakan di luarnegeri karena kelebihan budaya yang dimilki, dalam artian kelebihan budaya ini justru diperlukan untuk membangun suatu habit tertentu dari sebuah perusahan.
“Jadi ekspatriat Indonesia di Slovakia, banyak bekerja di bidang Kualiti Kontrol Manager. Selain itu juga banyak diposisikan untuk tenaga ahli,” tambah Dewi.
Dewi menambahkan bahwa pada intinya, ekspatriat Indonesia dibutuhkan karena membawa keahlian internasional dan pemikiran luar. Memberikan keahlian jika tidak tersedia secara lokal. Membantu ekspansi ke luar negeri. Membina dan mengembangkan bakat-bakat lokal. Membangun hubungan yang lebih dekat dengan Kantor Pusat Luar Negeri.
Selain itu untuk juga terdapat banyak peluang-peluang kerja yang dibuka di luar negeri yang sangat terbuka untuk ekspatriat dari Indonesia.
“Ada banyak peluang kerja di luar negeri seperti Perusahaan Multinasional, Program Magang dengan situs resmi yang disediakan oleh suatu negara dan saat ini pun populer ciptakan pekerjaan nda sendiri atau yang disebut Digital Nomad,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bisnis”]
Meski di luar negeri yang banyak menawarkan peluang kerja untuk warga negara Indonesia, tetapi memang menurut pengalaman Dewi ada beberapa poin penting yang dibutuhkan untuk memutuskan menjadi ekspatriat Indonesia di Luar Negeri.
“Studi penelitian telah mengaitkan ciri-ciri kepribadian tertentu – diukur pada dimensi yang dikenal sebagai ‘Lima Besar’ – dengan penyesuaian lintas budaya dan keberhasilan dalam penugasan ekspatriat,” terangnya.
Dewi menerangkan 5 besar itu terdiri:
1. Keterbukaan terhadap pengalaman – kecenderungan untuk merangkul perubahan.
2. Conscientiousness – kecenderungan untuk teratur dan disiplin diri.
3. Extraversion – kecenderungan untuk mendapatkan energi dari kebersamaan dengan orang lain.
4. Agreeableness – kecenderungan untuk bersikap ramah dan kooperatif.
5. Neurotisme – kecenderungan untuk mengalami emosi negatif dengan mudah. [dyh/but]






