Surabaya (beritajatim.com) – Mendapat kesempatan kuliah sambil bekerja di luar negeri, khususnya di Jerman, kini bukan lagi hal sulit. Banyak program kuliah ditawarkan, dengan persyaratan yang makin mudah.
Serunya kuliah sembari bekerja di Jerman dialami Noval Dias. Pengalaman tersebut dia bagikan lewat webinar “Rahasia Sukses Studi dan Bekerja di Luar Negeri” yang digelar Magnet Solusi Intergra bersama Rotaract dan Rotary Persada, Sabtu (10/12/2022).
Dias saat ini merupakan employee di ESG Mobily Germany GmbH. Dia menjelaskan bagaimana pengalamannya selama menjadi mahasiswa dan bekerja di luar negeri.
Dias selama ini di Jerman lebih terspesialiasasi sebagai Test Engineer IT Otomotif Konsultan di Cognizant.
“Perusahaan luar negeri itu menginginkan mahasiswa-mahasiswa yang mau setelah selesai studi melanjutkan bekerja di perusahaan-perusahaan mereka, biasanya ini untuk program dual studium. Untuk itu perusahaan-perusahaan itu bersedia memberikan beasiswa studi,” ujar Dias.
Dias lantas memperlihatkan cuplikan video publikasi DW News yang menjelaskan Jerman telah secara aktif membuka peluang masuk bagi pekerja-pekerja asing. Terutama yang telah berpengalaman di bidangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”beasiswa”]
“MINT, Medicine, Engineer, Researcher dan Technical orang dari 4 kategori ini dikategorikan orang berskill tinggi dan Jerman sangat membutuhkan ini jadi banyak hal lebih dimudahkan seperti visa,” ungkap Dias.
Menurut Dias, di Jerman populasinya semakin menurun sehingga orang luar yang berpendidikan tinggi yang ingin bekerja di Jerman akan sangat dibantu. Oleh karena ada banyak peluang sekolah dan peluang karir di Jerman.
Dias pun menuliskan list peluang kerja yang dibuka lebar di Jerman, yakni;
-Software Developer
-Architects
-Programmers
-Electronics Engineers
-Electricans
-Electrical Fitters
-Nurses
-IT Consultans
-It Analysts
-Economists
-Bussiness Management Experts
-Custumer Advisor
-Account Manager
-Production Assistants
-Sales Representative
-Sales Managers
-Product Managers
-Civil Engineers.
Dias pun menambahkan, banyak yang ragus untuk bekerja keluar negeri karena kendala bahasa.
“Ya memang bahasa harus diupayakan tapi selama kerjaan beres nggak masalah kok pakai bahasa Inggris, ya minimal bahasa Inggrislah,” tambah Dias. [adg/beq]






