Magetan (beritajatim.com) – Sujatno mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Magetan lewat empat partai politik. Empat partai tesebut yakni PDIP, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional.
Sujatno mendatangi kantor DPC Partai Gerindra untuk menyerahkan formulir penjajakan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati. Kemudian, dia juga mendatangi kantor DPD PAN.
Pria yang masih menjabat sebagai Ketua DPRD Magetan itu mengatakan, pihaknya memang sengaja mendatangi dua partai tersebut karena merupakan bagian dari koalisi. Bentuk koalisi itu diwujudkan dengan memorandum of understanding (MoU).
‘’Kami mengikuti mekanisme dan proses selanjutnya. Kami sudah sampaikan maksud dan tujuan kami. PAN ini juga banyak rekan saya kami sering berkoordinasi terkait Magetan bersama,’’ kata Sujatno.
‘’Jika memang dari keempat partai ini saya dapat rekom, ya tentu kami bisa wujudkan dan membangun Magetan yang potensinya luar biasa. Terkait pendamping tentu kami berikan keleluasaan. Ini bisa dibahas dengan komunikasi politik,’’ kata ketua DPC PDIP Magetan itu.
Mantan bankir itu mengatakan, tak menutup kemungkinan jika mungkin nanti mendaftar ke partai yang non koalisi. Namun, dia tak mau menjawab lebih detail mau daftar ke partai mana.
‘’Ya nanti dilihat ya. Bisa jadi saya daftar ke yang non-koalisi. Nanti lah dilihat bagaimana,’’ kata suami Kades Mojorejo Kawedanan Sudarwati itu.
Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Magetan Puthut Pujiono mengatakan, pihaknya memang membua kesempatan secara luas untuk silaturahmi penjajakan cakada dan cawakada. ‘’Ini sudah dua orang yang resmi bersilaturahmi ke Gerindra. Ini akan kami sampaikan ke DPD dan DPP. Tunggu nanti keputusannya bagaimana. Tidak ada yang diunggulkan meski Pak Jatno memang sudah dari koalisi,’’ kata Puthut.
Sementara Ketua DPD PAN Magetan Dwi Aryanto mengatakan, pihaknya memang sudah membuka pendaftaran. Selain Sujatno, ada beberapa yang lain yang sudah mengambil formulir. Namun, belum ada konfirmasi lebih lanjut kapan akan diserahkan berkas pendaftarannya.
‘’Memang sudah ada yang lain yang mengambil formulir. Namun, belum konfirmasi lagi kelanjutannya bagaimana. Kemudian, kalau mandat, dari DPP dan DPW belum ada arahan ke DPD menunjuk siapa,’’ kata Dwi. [fiq/beq]






