Malang (beritajatim.com) – Su’da Huwayda, S.Pd., mahasiswi asal Malang dari Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Universitas Islam Malang (Unisma), jadi lulusan terbaik dengan IPK hampir sempurna, yakni 3,97. Selain itu, ia juga memiliki dedikasi dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (abk) sebagai shadow teacher.
Su’da telah mengenal dunia pendidikan inklusif sejak sesama semester 5. Ia punya peran sangat krusial dalam membimbing seorang anak berkebutuhan khusus jenjang MI, khususnya kondisi dan kebutuhan masing-masing.
“Setiap anak berkebutuhan khusus itu unik. Kebetulan yang sayang dampingi butuh bantuan berjalan, tapi pemahamannya luar biasa meski fisiknya memiliki keterbatasan. Tugas saya adalah memastikan mereka tetap berkembang dengan optimal,” ujar Su’da, Kamis (20/2/2025) kepada beritajatim.com.
Menurutnya, menjadi shadow teacher, baginya, bukan sekadar menemani melainkan juga memahami cara terbaik mendampingi anak agar mereka dapat belajar dengan nyaman. Salah satu pendekatan yang ia gunakan adalah menjaga keseimbangan antara pemahaman dan batasan agar anak-anak tetap bisa fokus dan berkembang.
“Terlalu banyak informasi tanpa pengelolaan yang baik bisa membuat anak sulit mengontrol diri. Maka dari itu, pendampingan harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.
Sebagai seseorang yang aktif dalam dunia pendidikan inklusif, Su’da berharap lebih banyak tenaga pendidik yang memahami kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kolaborasi antara guru, orang tua, dan pendamping sangat penting untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian lebih, dan komunikasi yang baik antara guru, pendamping, serta orang tua sangat membantu perkembangan mereka,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai shadow teacher, Su’da tetap berhasil menyelesaikan studinya dengan prestasi akademik luar biasa. Skripsinya yang berjudul “Analisis Miskonsepsi Matematika untuk Meminimalisir Kesalahan Berhitung Matematika Siswa Kelas V di MI Al Hidayah Sumberkreco, Sidomulyo, Kecamatan Jabung” menyoroti pentingnya pemahaman konsep sejak dini dalam pembelajaran matematika.
“Banyak siswa kelas 5 yang mengalami kesalahan berhitung karena sudah memiliki miskonsepsi sejak kelas 2. Solusinya adalah komunikasi yang lebih baik antara guru dan siswa, serta memastikan konsep berhitung diajarkan dengan benar sejak dini,” tuturnya.
Su’da mengikuti wisuda periode 75 tahun 2025 di Universitas Islam Malang yang berlangsung pada Sabtu (22/2/2025). Sebagai wisudawan terbaik pertama, ia akan diwisuda bersama 410 mahasiswa lainnya, dari jenjang Sarjana, Magister, dan Doktoral.

Periode wisuda 75 Unisma melahirkan dua lulusan terbaik dengan IPK yang sama. Selain Su’da, ada nama Yolanda Frisky Amelia, S.H., dari Program Studi Hukum lulus dengan IPK 3,97 dengan lama studi 8,33 Semester.
Adapun lulusan terbaik kedua jenjang Sarjana diraih Fitria Cahyani, S.P., dari prodi Pertanian dengan IPK: 3,95, dan lama studi 8,33 Semester. Kemudian lulusan terbaik ketiga Mochammad Dwi Oktavian, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,94 dam lama studi: 8,33 Semester.
Pada akhir kesempatan Su’da memberikan tips dan trik agar menjadi lulusan dengan ipk bagus sembari bekerja. Menurutnya, mahasiswa harus punya tujuan dan target.
“Jika ingin lulusan terbaik kejar ipk dan daftar kehadiran. Prioritasnya disesuaikan, antara kuliah dan kerja harus selaras, kuliah itu prioritas dan carilah pekerjaan yang fleksibel,” ujarnya.
Lulusan terbaik lainnya, Fitria menyebut bahwa untuk menjadi lulusan terbaik harus fokus pada kegiatan akademik. “Fokus dengan kegiatan akademik, jangan keteteran dengan kegiatan lain, dengan begitu kita bisa jadi lulusan terbaik,” katanya kepada awak media. [dan/beq]






