Banyuwangi (beritajatim.com) – Sepanjang jalan menuju ke Taman Nasional Alas Purwo tampak ramai pada malam 1 Suro. Sejak siang, sore hingga malam hari jalanan bahkan tak pernah sepi dengan lalu lalang pengendara motor maupun mobil yang masuk ke kawasan itu. Sungguh suasana yang berbeda dengan hari sebelumnya. Bahkan, beberapa titik yang menjadi tujuan warga terlihat ramai.
Ya, mereka adalah para warga dari perkumpulan tertentu yang akan menghabiskan malam pergantian tahun Hijriah yang bertepatan dengan 1 Muharram atau malam 1 Suro.
Beberapa kelompok warga bahkan sengaja menggelar ritual di sejumlah lokasi yang diyakini sebagai tempat sakral. Di sepanjang jalan itu mulai kawasan Kucur sudah mulai terlihat kendaraan dan warga yang berkumpul.
Kemudian, lokasi mata air di Sumbergedang juga terlihat ada aktivitas ritual warga. Kelip lampu yang minim cahaya terlihat sunyi dari kejauhan.
500 Meter menjelang pintu masuk Pos Taman Nasional Alas Purwo di Kawasan Rowobendo justru tampak lebih ramai. Tepatnya di warung Mbah So yang dikenal sebagai salah satu sosok spiritual.
Dari lokasi ini, bau dupa menyengat bahkan menusuk hidung warga yang hanya sekedar melintas. Bau itu bahkan seolah membuat merinding bulu kuduk siapapun.
Suasana makin ramai saat tiba di lokasi Pantai Pancur. Lalu lalang warga yang usai melakukan ritual bersamaan dengan orang yang datang menambah riuhnya suasana.
Jalur setapak menuju arah Goa Istana, Goa Putri dan Goa Mayangkara juga tak luput menjadi lawatan. Konon, di lokasi itulah banyak warga melakukan ritual.
Di samping itu, ada Pantai Triangulasi yang juga terjadi suasana serupa. Beberapa titik lokasi di Alas Purwo memang kerap ramai saat malam 1 Suro.
Pasalnya, banyak warga yang percaya dan meyakini Alas Purwo menjadi salah satu tempat yang cocok untuk melakukan ritual. Energi spiritual juga mendukung bagi pribadi yang mempercayainya.
Slamet seorang yang ditemui media ini menyebut, suasana memang beda. Namun, dirinya tak mau menjelaskan pasti mengenai sisi lain yang dirasakannya.
“Baru pertama ke sini saat malam 1 Suro seperti ini. Tapi, memang ada yang beda,” kata Pria asal Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini.
Dia mengaku datang ke Alas Purwo juga tidak sengaja. Pasalnya, niat menuju ke arah Banyuwangi selatan itu untuk melakukan ziarah ke Makam Mbah Wali Hasan Basri di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo.
“Tadi habis ziarah ke makam Kyai Ismail di Desa Kedungasri juga. Jadi sekalian datang ke sini pengin tau saat malam 1 Suro di Alas Purwo,” pungkasnya. (rin/kun)
BACA JUGA:






