Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya meluncurkan aksi simbolik dengan menerbangkan layang-layang berwarna-warni sebagai media ekspresi aspirasi mereka.
Aksi ini digelar dalam pembukaan Masa Ta’aruf, Orientasi Pendidikan, dan Expo UKM (MOX) 2025 pada Rabu (17/9/2025).
Di tengah isu nasional yang beragam, mulai dari politik hingga sosial, ribuan generasi Z yang baru bergabung di UM Surabaya memilih layang-layang sebagai simbol kebebasan dan keberanian untuk menyuarakan pandangan mereka.
Acara yang mengusung tema “Bebas Terbang Mengudara” ini dihadiri oleh 2.818 mahasiswa baru secara langsung dari total 4.018 mahasiswa yang diterima UM Surabaya tahun ini.
Rektor UM Surabaya, Mundakir menegaskan bahwa layang-layang adalah metafora yang tepat untuk perjalanan mahasiswa. Menurutnya, aksi ini merupakan wujud nyata bahwa kampus berfungsi sebagai ruang akademik sekaligus tempat untuk menyuarakan aspirasi.
“Apa yang ditulis mahasiswa di layang-layang hari ini adalah suara hati generasi muda. Kita semua harus mendengarnya. Gen Z bukan generasi penonton, mereka adalah generasi pelaku perubahan,” tegas Mundakir.
Ribuan aspirasi Gen Z tersebut tertuang dalam berbagai bentuk, mulai dari kritik sosial terhadap pemerintah, doa personal, hingga cita-cita untuk bangsa.
Beberapa pesan yang ditulis di layang-layang meliputi: “Lapangan Kerja untuk Gen Z bukan Omon-Omon Semata,” “Berantas Korupsi,” “Penuhi 17+8 Tuntutan Rakyat,” “Stop Perundungan dan Kekerasan Seksual,” serta harapan seperti “Semoga Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026” dan “Kuatkan KPK untuk Indonesia Lebih Baik.”
Mundakir menjelaskan, secara filosofis layang-layang adalah simbol kebebasan. Ketika dilepaskan, ia menari bebas di udara, menunjukkan keberanian untuk terbang tinggi dan melampaui batas, namun tetap dijaga oleh benang yang menjadi arah.
“Jika dikaitkan dengan mahasiswa baru, layang-layang menjadi gambaran yang tepat. Mahasiswa adalah generasi yang sedang belajar terbang, penuh ide, semangat, dan cita-cita untuk melampaui batas zamannya. Kampus adalah angin yang memberi dorongan, sementara ilmu dan nilai adalah benang yang menjaga arah,” ujarnya.
Pembukaan MOX 2025 ini merupakan awal dari serangkaian agenda pengenalan kampus yang akan berlangsung hingga 21 September mendatang.
Tahun ini, UM Surabaya menerima 4.018 mahasiswa baru dari berbagai jalur penerimaan, termasuk reguler, RPL, PPG, profesi, kelas karyawan, dan Ma’had non-integrasi. [ipl/but]






