Ponorogo (beritajatim.com) — Momen Lebaran tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga peluang emas bagi sektor pariwisata untuk menggeliat. Memanfaatkan momentum itu, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo meluncurkan strategi kreatif.
Yaitu dengan gebrakan membagikan 1.000 porsi ketupat sayur gratis di Taman Wisata Ngembag. Dengan tagline Festival Ketupat, Taman Wisata Ngembag kali ini juga menghadirkan penampilan dari Jaran Thek Turonggo Baru Sakti Mulyo.
Program inovatif ini digelar pada hari keenam Lebaran, Sabtu (5/4), dan terbukti efektif menarik minat pengunjung. Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati kawasan taman wisata yang berada di sisi timur Bumi Reog ini. Aroma kuah santan dan ayam suwir yang menggoda, berpadu dengan semarak suasana lebaran ketupat.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudparpora Ponorogo, Yesi Daniel Tri Baskoro, menyebut langkah ini bukan sekadar berbagi hidangan khas Lebaran. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari strategi pemasaran destinasi wisata lokal berbasis budaya dan tradisi.
“Festival ketupat ini kami gagas untuk menarik kunjungan ke Taman Ngembag. Syaratnya sederhana, cukup menunjukkan tiket masuk, bisa langsung ditukarkan dengan satu porsi ketupat sayur lengkap,” kata Daniel.
Harga tiket masuk sendiri tetap normal, sesuai dengan tarif yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2023: Rp7.000 untuk dewasa, Rp5.000 untuk anak-anak, dan tarif parkir kendaraan sebesar Rp3.000. Tanpa kenaikan, namun dengan nilai tambah yang memikat.
Lebih dari sekadar strategi marketing, Daniel menuturkan bahwa festival ini juga punya dimensi sosial yang kuat. Selain memperkenalkan kuliner khas Lebaran kepada wisatawan, juga sebagai ajang mempererat kebersamaan antarpengunjung.
“Ini baru pertama kali kami gelar, tapi antusiasme luar biasa. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dan jadi ikon wisata lebaran Ponorogo,” katanya.
Disbudparpora menargetkan 1.000 pengunjung dalam satu hari. Angka yang cukup realistis, mengingat selain sajian ketupat, pengunjung juga disuguhi pertunjukan budaya. Salah satunya, kesenian jaran thek dari Paguyuban Turonggo Baru Sakti Mulyo asal Desa Klepu, Kecamatan Sawoo, yang turut memeriahkan suasana.
“Kegiatan dengan ide-ide kreatif dan inovatif ini, nantinya bisa dilakukan rutin setiap tahunnya. Dengan begitu, ada peningkatan pengunjung. Kebanyakan yang berkunjung ini merupakan warga lokal,” tutupnya.
Salah satu pengunjung asal Madiun, Wiwin mengaku baru pertama kali ini berkunjung ke Taman Wisata Ngembag. Ia mengaku terkesan baru masuk ke taman, Ia bersama anak laki-laki dan suaminya langsung disuguhi ketupat sayur yang dihidangkan secara gratis untuk pengunjung.
“Ya kebetulan libur Lebaran pengen ke Ngembag. Kebetulan memang belum pernah ke sini, eh sampai sini malah kasih ketupat sayur gratis, alhamdulillah,” ungkap Wiwin. (end/ian)






