Pasuruan (beritajatim.com) – Ketersediaan komoditas Minyakita di sejumlah lapak pedagang Pasar Bangil kini dilaporkan mulai berkurang secara signifikan. Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat yang bergantung pada minyak goreng subsidi tersebut untuk kebutuhan harian.
Kadis Perdagangan, Perindustrian, Koperasi UMKM, Taufikul Ghoni, menjelaskan bahwa kekosongan stok terjadi karena kendala pengiriman. Menurutnya, pasokan dari pihak Bulog memang belum tiba di pasar selama beberapa waktu terakhir.
“Stok Minyakita di Pasar Bangil hampir habis karena sudah satu bulan lebih tidak ada pengiriman dari Bulog ke wilayah kita,” ujar Ghoni sapaan akrabnya, Rabu (15/4).
Meskipun pasokan di tingkat pedagang melandai, pemerintah daerah mengimbau agar warga tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Hal ini penting dilakukan agar stabilitas distribusi tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan yang lebih parah di pasar-pasar lokal.
Bakti menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak penyalur telah membuahkan hasil positif terkait jadwal pengiriman terbaru. “Menurut informasi dari Bulog, Kamis (16/4) akan ada distribusi lagi untuk wilayah Pasar Bangil dan juga Pasar Pandaan,” imbuhnya.
Di sisi lain, para pedagang di pasar tradisional juga mulai merasakan dampak dari tingginya permintaan warga terhadap minyak goreng kemasan murah ini. Fenomena masyarakat yang membeli dalam jumlah besar sekaligus disinyalir menjadi penyebab utama stok di etalase cepat ludes.
“Pedagang mengeluhkan stok yang menipis karena banyak masyarakat membeli Minyakita secara berbondong-bondong belakangan ini,” ungkap Ani.
Menariknya, di tengah keterbatasan stok ini, tercatat ada tren penurunan harga pada komoditas serupa di tiga pasar besar wilayah Kabupaten Pasuruan. Penurunan harga yang mencapai lebih dari enam persen tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga saat barang kembali tersedia secara normal besok. (ada/but)






