Tuban (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban melaporkan stok darah mulai menipis pada sejumlah golongan, khususnya A dan AB, yang bahkan ada yang kosong untuk beberapa komponennya. Data pemantauan per 19 November 2025 menunjukkan ketersediaan darah di Unit Donor Darah PMI Tuban berada di angka 354 kantong, jumlah yang dinilai masih aman tetapi perlu diwaspadai karena kecenderungan permintaan yang terus meningkat.
Berdasarkan data resmi, stok darah golongan A untuk Whole Blood (WB) hanya tersedia 4 kantong, sementara Packed Red Cell (PRC) berjumlah 46 kantong. Untuk trombosit, seluruh golongan darah—A, B, O, dan AB—dilaporkan kosong, sedangkan plasma golongan A tersisa 14 kantong.
Pada golongan darah B, WB tinggal 1 kantong, PRC 92 kantong, dan plasma 7 kantong. Sementara untuk golongan darah O, WB tercatat 5 kantong, PRC 124 kantong, dan plasma 16 kantong. Adapun golongan darah AB memiliki stok WB 2 kantong dan PRC 43 kantong, dengan trombosit dan plasma yang telah habis.
Humas PMI Kabupaten Tuban, Sarju, menyebut kondisi ini belum masuk kategori kritis meski cenderung menipis. “Minggu ini masih tergolong aman mbak, gak sampai kurang banget, tapi menipis gitu aja,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Ia menjelaskan golongan darah A dan AB menjadi yang paling minim, sementara permintaan terbesar justru datang dari golongan darah O yang dalam satu bulan bisa mencapai 90 kantong. Meski stok PRC golongan O mencapai 100 kantong, jumlah tersebut dapat habis dalam waktu singkat sesuai pola permintaan bulanan.
Sarju menyebut kondisi cuaca tidak menentu menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah pendonor. Banyak pendonor yang sudah dijadwalkan tidak hadir saat musim hujan. Untuk mengantisipasi kondisi ini, PMI Tuban memperluas mobilisasi donor darah dengan mendatangi instansi, sekolah, dan perusahaan melalui kegiatan jemput bola.
“Tapi biasanya kami kegiatannya akhir-akhir bulan mbak, kayak besok ini kita di PT TPPI,” ujar Sarju.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Tuban dapat memperoleh tambahan 15 hingga 20 kantong darah per hari. Namun tidak semua yang hadir dapat mendonorkan darahnya, karena harus melalui proses pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
“Memang sifatnya ini sukarela ya mbak, kadang dari kegiatan tersebut misalnya ada 20 orang, tapi saat kita screening yang bisa dilakukan donor hanya 10 orang,” pungkas Sarju. [dya/beq]






