Surabaya (beritajatim.com) – Kelangkaan stok blanko e-KTP di Surabaya memicu reaksi dari DPRD Surabaya. Anggota Komisi A, Azhar Kahfi, menekankan pentingnya perencanaan yang lebih matang dalam distribusi blanko e-KTP agar setiap warga memiliki akses yang adil terhadap layanan kependudukan.
Dalam hal ini, langkah Pemkot Surabaya yang memprioritaskan pemilih pemula untuk Pilkada 2024 diapresiasi sebagai langkah tepat meski kondisi saat ini masih jauh dari ideal.
“Situasi ini tidak ideal, tapi dengan memprioritaskan pemilih pemula, kita memastikan mereka bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada mendatang,” ujar Kahfi, Rabu (13/11/2024) di kantor DPRD Surabaya.
Kahfi juga menyoroti distribusi blanko dari pemerintah pusat yang dinilainya belum menyesuaikan kebutuhan populasi di tingkat kota. Dengan jumlah penduduk Surabaya yang kini mencapai 3,7 juta jiwa, ia berharap alokasi blanko e-KTP bisa lebih responsif terhadap dinamika populasi kota besar seperti Surabaya.
“Kota sebesar Surabaya membutuhkan alokasi blanko yang lebih besar agar pelayanan bisa berjalan lancar. Pemerintah pusat perlu lebih memperhatikan kebutuhan daerah dalam perencanaan stok blanko,” lanjutnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Kahfi mendukung pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua warga, terutama lansia, memiliki akses yang mudah terhadap teknologi digital ini.
Karena itu, ia mendorong Pemkot Surabaya menyediakan pendampingan khusus bagi warga yang kesulitan, sehingga pelayanan tetap optimal.
“Pemanfaatan IKD adalah langkah maju, tapi kita tidak bisa melupakan warga yang kurang familiar dengan teknologi, khususnya lansia. Dukungan untuk mereka juga harus disiapkan,” kata Kahfi.
Kahfi mendesak agar Pemkot Surabaya memperkuat komunikasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) untuk mengamankan stok blanko tambahan serta memperbaiki sistem distribusi di masa mendatang.
“DPRD siap mendukung langkah pemkot untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Harapannya, ke depan tidak ada lagi masalah terkait stok blanko e-KTP di Surabaya,” tutup Kahfi. [asg/beq]






