Malang (beritajatim.com) – Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat perang di Timur Tengah dibantah oleh Polresta Malang Kota, Pemerintah Kota Malang dan Pertamina. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana memastikan stok BBM di Kota Malang masih aman. Dia meminta warga tak perlu melakukan panic buying BBM.
“Kami sudah bekerja sama dengan Pemkot Kota Malang untuk memantau. Stok (BBM) yang dihitung aman dan masyarakat tidak perlu kekhawatiran,” kata Putu.
Putu menyebut hasil koordinasi dengan Pemkot Malang dan Pertamina bahwa stok kebutuhan untuk Hari Raya Nyepi termasuk libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2026 aman. Untuk itu warga diminta tetap tenang dan tidak panik dengan isu kelangkaan yang tidak benar informasinya.
“Jangan sampai panic buying karena memicu situasi yang tidak terkendali,” ujar Putu.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa stok BBM dan LPG hasil peninjauan di Depo Pertamina Malang juga dinyatakan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat jelang Idul Fitri. Bahkan jika terjadi lonjakan di Malang, Pertamina akan menambah pasokan BBM dan LPG. Wahyu pun turut berpesan masyarakat tidak perlu panic buying dengan membeli BBM dan LPG dengan jumlah berlebihan.
“Alhamdulillah aman. Tidak ada kelangkaan. Bahkan Pertamina siap mensuplai tambahan jika terjadi lonjakan saat Idul Fitri nanti. Jadi, pesan saya untuk masyarakat Kota Malang jangan panik. Jangan termakan isu perang atau kelangkaan yang tidak jelas sumbernya,” kata Wahyu.
Sementara itu Fuel Terminal Manager Pertamina Malang, Dolly Pratama Yudha memastikan stok BBM aman. Dia membantah isu stok BBM Pertamina hanya mampu mencukupi untuk 20 hari saja. Dia turut meminta masyarakat untuk tidak panic buying.
“Jadi masyarakat diminta jangan panic buying. Jadi isu-isu di luaran sana yang katanya 20 hari habis itu nggak bener, karena dalam beberapa hari ketika stok habis kita selalu kontinuitas diisi ulang, diisi ulang. Jadi untuk stok kelangkaan BBM tidak ada,” kata Dolly. [luc/aje]






