Magetan (beritajatim.com) – Pengendalian dan penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada ternak di Kabupaten Magetan disebut lamban. Selain jumlah petugas minim yakni hanya sebanyak 16 orang, ketersediaan antibiotik untuk ternak juga menipis. Per 10 Juni 2022, kasus sudah mencapai 1.569 dan tersebar di 18 kecamatan di Magetan.
Stok obat jenis antibiotik yang dimiliki Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkkan) setempat disebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi B DPRD Magetan, Jumat (10/6/2022). Stoknya tinggal dua botol, hanya cukup untuk 10 ekor sapi.
Kepala Disnakkan Nur Haryani usai RDP membenarkan jika persediaan obat obatan untuk penanganan PMK minim saat ini.
“Betul, stok obat obatan kami minim saat ini. Hanya tersisa 2 botol antibiotik. Artinya cukup untuk 10 ekor sapi. Kami terkendala untuk mendapatkan obat-obatan tersebut,” kata Nur Haryani, Jumat (10/06/2022).
Dia berdalih jika obat-obatan dan antibiotik untuk ternak jadi rebutan karena semua daerah kondisinya sama-sama membutuhkan. Selain rebutan, dia menyebut harga obat-obatan kini mahal. Pihaknya merencanakan, untuk memanfaatkan dana dari belanja tidak terduga (BTT) untuk pembelian obat obatan. Dia mengajukan dana sebesar Rp700 juta.
“Saat ini masih dalam proses pengajuan, masih menunggu dokumen kelengkapan agar bisa mengakses dana BTT di Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmk-magetan”]
Dia meminta masyarakat untuk meningkatkan imun ternak mandiri dengan memanfaatkan kearifan lokal. Seperti pemberian vitamin obat-obatan tradisional kebiasaan masyarakat kunyit, jeruk nipis, asam Jawa dan lain-lain.
“Saya minta kepada masyarakat untuk tidak panik, karena PMK ini tingkat kematian rendah. Manfaatkan vitamin dan obat-obat tradisional yang biasa dipakai masyarakat. Kunyit jahe, jeruk nipis, asam jawa dan lain lain,” paparnya.
Dia menambahkan jika ratusan tenaga tambahan petugas kesehatan dari mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Malang bakal bertugas mulai minggu depan. “Minggu depan sekitar 600-an mahasiswa jurusan kedokteran hewan akan melaksanakan KKN di Magetan guna menambah tenaga untuk penanggulangan PMK,” pungkasnya. [fiq/but]






