Gresik (beritajatim.com) – Indah (24), staf klinik kecantikan Rahmi Clinic di Jalan Raya Gresik-Lamongan, panik melihat ular kobra muncul di dalam ruangannya. Tak ingin celaka, warga Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan langsung melapor ke Posko Damkarla Gresik.
Usai mendapat laporan, tujuh personel Damkarla langsung menuju ke lokasi. Mengenakan alat pelindung diri (APD) serta japit ular, personel Damkarla mulai melokalisir tempat ditemukannya ular dengan panjang sekitar 1 meter tersebut.
“Beruntung keberadaan ular kobra itu saya ketahui dan klinik belum ada pasien. Sehingga, bisa langsung dievakuasi oleh petugas Damkarla Gresik,” ujar Indah, Senin (24/6/2024).
Adanya ular kobra masuk bangunan sudah kesekian kalinya terjadi. Sebelumnya, binatang melata itu juga membuat seorang ibu rumah tangga mengalami kepanikan saat beraktivitas di dapur.
“Kalau ada ular kobra masuk ke halaman atau di dalam rumah jangan panik. Lebih baik tempatnya dilokalisir dulu selanjutnya melapor ke petugas piket Damkarla,” kata Rizal Sulistyo Nugroho.
Ia menambahkan, proses evakuasi ular kobra tidak membutuhkan waktu lama. Sebab, ular itu hanya berdiam diri sebelum dievakuasi dan dibawa ke tempat yang lebih aman.
“Meski berukuran 1 meter, ular kobra ini racunnya sangat berbahaya bila sampai menggigit. Untuk itu, saya mengimbau warga agar lebih berhati-hati lagi,” imbuhnya.
Berdasarkan catatan Damkarla Gresik, selama Juni 2024. Ada 38 kejadian yang dilaporkan oleh warga. Baik itu kasus kebakaran, mengevakuasi ular serta kasus lainnya. [dny/beq]






