Surabaya (beritajatim.com) – Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, melakukan kunjungan ke Kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta. Kunjungan tersebut membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) serta peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nasional.
Ahmad Nurwahid menjelaskan, kunjungan tersebut dilandasi adanya kesamaan persepsi dan tujuan antara Kemenko PMK dan LDII, khususnya dalam upaya membangun SDM unggul yang berkarakter kebangsaan.
“Ini kunjungan informal, tetapi karena sudah ada satu persepsi, kesannya menjadi seperti formal. Alhamdulillah saya bisa berkunjung ke LDII,” ujarnya.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut juga merupakan bagian dari tugas Kemenko PMK dalam mendorong penguatan SDM sejalan dengan berbagai program strategis pemerintah.
“Sejumlah program yang dicanangkan Kemenko PMK ternyata telah diimplementasikan oleh LDII di lapangan, sehingga tinggal memperkuat aspek sinergi dan kolaborasi,” katanya.
Mantan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI itu juga menyoroti pentingnya membangun inklusivitas, terutama dalam komunikasi sosial. Menurutnya, di ruang publik masih terdapat stigma negatif terhadap LDII yang memerlukan pendekatan sosialisasi secara berkelanjutan.
“Di luar sana masih ada stigma yang berkembang. Karena itu, diperlukan upaya membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang lebih optimal, apalagi di era digital,” ungkapnya.
Dalam perspektif teori sosial, lanjut Ahmad Nurwahid, perubahan terhadap tatanan sosial yang telah mengakar memang membutuhkan waktu. Namun melalui pendekatan yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan, perubahan tersebut dapat berlangsung lebih cepat tanpa menimbulkan gesekan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya membangun paradigma yang tidak mempertentangkan nilai keagamaan dengan kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai agama sejatinya mengandung semangat kebangsaan yang dapat memperkuat persatuan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.
“Ketika kita bicara agama, di dalamnya juga termasuk kebangsaan. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap inklusif di tengah keberagaman,” ujarnya.
Dengan berlandaskan Pancasila, silaturahim, serta sinergi seluruh elemen bangsa, Ahmad Nurwahid menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama melalui peran aktif generasi muda dalam pembangunan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyambut baik kunjungan Staf Khusus Menko PMK tersebut. Ia menilai, kehadiran perwakilan pemerintah membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara LDII sebagai kekuatan sosial masyarakat dengan pemegang otoritas negara.
“Kami adalah kekuatan sosial yang perlu bergandengan tangan dengan pemilik otoritas. Sinergi ini penting agar pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
KH Chriswanto berharap, kunjungan tersebut menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan, termasuk dalam program pembinaan kebangsaan dan penguatan wawasan nasional, seperti Sekolah Virtual Kebangsaan yang selama ini melibatkan berbagai lembaga negara.
“Kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi demi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkarakter kebangsaan,” pungkasnya. [tok/beq]







