Blitar (beritajatim.com) – Selangkah lagi, Stadion Soepriadi Kota Blitar bakal menjadi kandang Arema Malang untuk mengarungi kerasnya Liga 1 tahun 2024. Surat permohonan peminjaman home base dari pihak Arema Fc pun telah diterima oleh PSSI Kota Blitar.
Stadion Soepriadi berkapasitas 10 ribu penonton tersebut ternyata menyimpan cerita rivalitas antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya. Bahkan stadion yang berada di tengah Kota Blitar itu menjadi saksi bisu kerusuhan antara kedua belah suporter yakni Aremania dengan Bonek.
Peristiwa itu terjadi pada laga pertandingan Semifinal Piala Gubernur Jatim, Selasa (18/2/2020) lalu. Kala itu Arema Malang berlaku sebagai tuan rumah dan menjamu Persebaya Surabaya untuk memperebutkan tiket final Piala Gubernur Jatim.
Meski bukan laga resmi dan berstatus pertandingan pra-musim, namun rivalitas antara kedua klub terbesar di Jawa Timur ini tetap memanas. Pertandingan antara Arema Fc dan Persebaya ini sejatinya digelar tanpa penonton.
Namun, kedua kubu suporter baik Aremania maupun Bonek tetap nekat datang ke Kota Blitar untuk menyaksikan tim kebanggaannya bertanding di Stadion Soepriadi. Pengamanan berlapis baik dari Polres Blitar Kota dan kabupaten serta dibantu jajaran polres samping seperti Kediri hingga Tulungagung pun dikerahkan untuk mencegah terjadinya kerusuhan.
Hal itu nyatanya tidak membuahkan hasil. Sejarah rivalitas antara Aremania vs Bonek pun memicu terjadinya kerusuhan di luar Stadion Soepriadi.
Sejumlah kendaraan pun dibakar. Kedua kubu suporter juga terlibat adu lempar batu hingga benda-benda tumpul. Seorang suporter Aremania pun terluka dalam kerusuhan itu.
Saat itu, Kota Blitar yang sebelumnya adem ayem, menjadi mencekam. Rumah-rumah warga serta pertokoan yang berada di tengah Kota Blitar mendadak tutup demi menghindari dampak terjadinya amukan dari kedua belah suporter.
Kerusuhan antara Arema vs Persebaya ini berlangsung hampir satu hari full. Kerusuhan bisa diredakan usai ada tambahan personil dari Brimob Polda Jatim dan Brimob Kediri.
Kini setelah 2 tahun berselang Arema Malang akan kembali menggunakan Stadion Soepriadi sebagai kandangnya. Kejadian di masa lalu itu pun tentu menjadi pertimbangan dari pihak Pemkot Blitar dan aparat kepolisian terkait izin pengajuan peminjaman home base.
Jika disetujui PSSI Kota Blitar hanya akan mengizinkan Stadion Kota Blitar diisi 50 persen dari kapasitas. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya kerusuhan serupa.
“Kalau disetujui kemungkinan hanya untuk 50 persen suporter saja untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan seperti di Kanjuruhan lalu,” kata Ketua PSSI Kota Blitar, Yudi Meira.
Kini patut ditunggu apakah Wali Kota Blitar memberikan izin kepada Arema Malang untuk menggunakan Stadion Soepriadi. Meski memiliki sejarah cukup kelam, namun jika menjadi kandang Arema maka ekonomi warga dan UMKM sekitar stadion pasti akan meningkat. [owi/beq]






