Malang (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo bakal merobohkan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, guna dilakukan renovasi total, pasca Tragedi Kanjuruhan yang terjadi Sabtu (1/10/22) lalu.
Menanggapi hal itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menegaskan, renovasi total harus menjadi sebuah desain stadion yang menggambarkan harapan para korban, suporter dan insan sepakbola.
“Terkait dengan stadion yang akan dirobohkan, itu memang yang dijanjikan Presiden Jokowi untuk renovasi total. Gagasan renovasi total ini yang penting. Jangan sampai renovasi hanya menjadi tempat olahraga semata saja,” ungkap Komisioner Penyidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam ketika mengecek CCTV Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kamis (20/10/2022) sore ini.
Anam menjelaskan, renovasi total harus menjadi sebuah desain stadion yang menggambarkan harapan para korban, suporter dan insan sepakbola. Melibatkan keluarga korban tragedi Kanjuruhan.
“Harapannya apa sih? Supaya sepakbola menjadi baik, menjadi profesional, sepakbola yang menghormati hak asasi manusia dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Desain itu yang harus menjadi spirit. Yakni spirit Kanjuruhan untuk perubahan sepakbola Indonesia menjadi lebih baik lagi,” Anam berharap.

Karenanya, Komnas HAM berharap siapapun yang bertanggungjawab terkait renovasi total stadion, khususnya Menteri PUPR supaya transparan terhadap desain Stadion Kanjuruhan nantinya. Kalau perlu keluarga korban tragedi Kanjuruhan dilibatkan.
“Sehingga kita semua bisa melihat, minimal keluarga korban dan visi stadion ini ingin seperti apa. Kami berharap perubahan stadion tidak hanya berupa gedung, tetapi cita-cita dan menjalankan harapan para korban,” pungkas Anam. (yog/ted)






