Tuban (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban kini menjadi sasaran utama distribusi Program Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) guna menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan. Langkah konkret inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis di seluruh wilayah.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, sebelumnya telah menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (26/2/2026) tersebut menandai dimulainya pendistribusian armada EPIK Mobile ke berbagai daerah guna merespons kebutuhan warga di bulan puasa.
Pria yang akrab disapa Mas Lindra ini mengapresiasi langkah strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui armada keliling tersebut. Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Tuban untuk memastikan program ini berjalan lancar bagi masyarakat Bumi Wali.
“Pemkab Tuban juga akan memastikan koordinasi lintas perangkat daerah berjalan optimal agar distribusi tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mas Lindra, Sabtu (28/02/2026).
Program EPIK Mobile mengangkut berbagai komoditas pangan esensial untuk menjaga ketahanan konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya permintaan saat Ramadan. Rincian pasokan tersebut mencakup 2 ton beras medium SPHP, 2 ton beras Jatim CETTAR, 100 karton minyak goreng, serta 1 ton gula pasir.
Pendistribusian dilakukan secara bergilir ke 15 kabupaten/kota di Jawa Timur demi meredam gejolak harga di pasar tradisional. Upaya ini menjadi instrumen vital dalam menjaga daya beli masyarakat selama menjalankan ibadah puasa hingga menjelang Idul Fitri.
“Rencananya EPIK Mobile di Kabupaten Tuban akan disinergikan dengan program Pasar Murah Ramadan yang telah digelar Pemkab Tuban di 20 Kecamatan,” terang Mas Lindra.
Titik pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan di halaman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tuban atau kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP). Pemilihan lokasi strategis ini bertujuan memberikan kemudahan akses bagi warga yang ingin berbelanja sembako sekaligus mengurus layanan publik.
Harapannya, sinergi ini mampu menekan angka inflasi daerah dan meringankan beban ekonomi warga sepanjang bulan suci ini. Optimalisasi distribusi pangan murah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tuban secara berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi lintas sektor ini mampu memperkuat stabilisasi harga di bulan Ramadan, serta menjaga ketersediaan pasokan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tuban secara berkelanjutan,” pungkasnya. [dya/beq]






