Makassar (beritajatim.com)– PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanannya melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dalam upaya mewujudkan visi menjadi perusahaan terminal peti kemas kelas dunia, SPTP menggelar dua program pelatihan intensif pada akhir September lalu, yaitu Program Refreshment Operator Quay Container Crane (QCC) dan Pelatihan Intensif bagi para manajer.
Program Refreshment Operator QCC, yang diikuti oleh 10 operator dari berbagai cabang SPTP Group, dirancang untuk meningkatkan kemampuan para operator dalam mengoperasikan alat bongkar muat peti kemas, khususnya QCC. Melalui pelatihan teori dan praktik yang intensif, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan tentang peralatan terbaru, tetapi juga dilatih untuk mengoperasikan QCC dengan lebih aman dan efisien.
“Dengan semakin kompleksnya operasi bongkar muat peti kemas, kami perlu memastikan bahwa operator kami memiliki keterampilan yang mumpuni untuk mengoperasikan peralatan canggih seperti QCC.”Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja di terminal,” ujar Ady Sutrisno, Direktur Sumber Daya Manusia SPTP.
Sementara itu, pelatihan intensif bagi para manajer fokus pada pengembangan kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Materi pelatihan mencakup berbagai topik, mulai dari operational excellence, commercial excellence, hingga digitalisasi pelabuhan.
“Kami ingin membekali para manajer dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memimpin transformasi digital di pelabuhan,” lanjut Ady.
“Dengan demikian, mereka dapat mengoptimalkan kinerja tim dan mengambil keputusan yang tepat untuk menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis,” tambahnya.
Para peserta pelatihan memberikan respons positif terhadap program yang diselenggarakan. Atmaji, seorang operator QCC, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat baginya. “Saya merasa lebih percaya diri dalam mengoperasikan QCC setelah mengikuti pelatihan ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan pekerjaan saya sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan Atmaji, Hamsah, seorang manajer, juga merasa puas dengan pelatihan yang telah diikuti. “Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya data dalam pengambilan keputusan. Saya akan menerapkan ilmu yang saya dapatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional di terminal,” ungkapnya.
SPTP berharap program pelatihan ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dengan SDM yang kompeten dan adaptif, SPTP yakin dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan dan menjadi pemimpin di industri pelabuhan.
Pelatihan yang dilakukan oleh SPTP merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mewujudkan visi menjadi pelabuhan pintar. Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi dan meningkatkan kompetensi SDM, SPTP berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.[rea]






