Ringkasan Berita
- SPMB SMP Kabupaten Kediri 2026 resmi dimulai pada 8 Juni.
- Pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi dibuka hingga 10 Juni.
- Calon siswa kini dapat memilih empat sekolah tujuan.
- Daya tampung SMP di Kabupaten Kediri melebihi jumlah lulusan SD dan MI.
Kediri (beritajatim.com) – SPMB SMP Kabupaten Kediri 2026 resmi dibuka pada Senin (8/6/2026). Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 langsung disambut antusias calon siswa dan wali murid yang melakukan verifikasi serta pengumpulan berkas di sekolah tujuan.
Salah satu sekolah yang menjadi tujuan favorit adalah SMPN 2 Gurah. Sejak pagi, sekolah tersebut dipadati pendaftar yang mengikuti jalur prestasi, afirmasi, maupun mutasi.
Listiana, warga Desa Tugurejo, menjadi salah satu wali murid yang datang ke SMPN 2 Gurah untuk mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi.
Ia berharap anaknya dapat diterima di sekolah tersebut dan memperoleh pendidikan yang bermanfaat untuk masa depan.
“Ini tadi masih prestasi saja sama afirmasi, mutasi. Kalau nanti tanggal 10 sudah dipantau sudah hilang namanya, langsung lewat domisili,” ujarnya.
Listiana mengaku optimistis anaknya dapat bersaing melalui jalur prestasi yang saat ini sedang berlangsung.
“Ya, semoga bisa diterima, terus bisa ilmunya manfaat di sini, Mbak,” ungkapnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Wahyu Murjiyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini sepenuhnya menggunakan sistem daring atau online.
Menurutnya, sistem tersebut memudahkan calon peserta didik dalam mengakses proses pendaftaran dari mana saja.
“Kalau SMP penerima manfaatnya kan anak-anak SD. Jadi anak-anak SD bisa mendaftar secara online di mana pun mereka berada. Kalau kesulitan, bisa dibantu pada sekolah terdekat atau sekolah asal,” terangnya saat melakukan monitoring di SMPN 2 Gurah.
Meski berbasis online, Dinas Pendidikan tetap menyediakan layanan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kendala saat proses pendaftaran.
Wahyu menjelaskan pelaksanaan SPMB tahun ini dibagi menjadi beberapa tahapan sesuai jalur penerimaan. Jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi dibuka mulai 8 hingga 10 Juni 2026.
Setelah itu, pendaftaran dilanjutkan melalui jalur domisili dan prestasi pada 15 hingga 17 Juni 2026. Sementara hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 20 Juni 2026.
Salah satu perubahan penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah bertambahnya jumlah pilihan sekolah.
Jika sebelumnya calon siswa hanya dapat memilih dua sekolah tujuan, kini peserta dapat memilih hingga empat sekolah pada seluruh jalur penerimaan.
“Jadi kalau kemarin hanya dua pilihan, sekarang kita bisa empat pilihan sekolah. Kita membuka lebar-lebar untuk itu,” jelas Wahyu.
Kebijakan tersebut diharapkan memberikan peluang lebih besar bagi calon siswa untuk memperoleh sekolah sesuai pilihan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan seluruh lulusan SD dan MI tahun ini masih memiliki peluang untuk mendapatkan tempat belajar di jenjang SMP. Data menunjukkan jumlah lulusan SD mencapai 15.675 siswa, sedangkan lulusan MI sebanyak 6.895 siswa.
Total lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP mencapai 22.570 siswa. Di sisi lain, daya tampung SMP Negeri di Kabupaten Kediri mencapai 5.880 kursi yang tersebar di 54 sekolah.
Sementara SMP swasta menyediakan 21.440 kursi dari 81 sekolah. Dengan demikian, total daya tampung SMP di Kabupaten Kediri mencapai 27.320 kursi.
“Artinya dari jumlah lulusan SD-MI, dengan daya tampung SMP dan MTs itu ada selisih. Artinya kalau anak-anak itu menerima di sekolah sesuai pilihan, masih bisa dapat tempat,” jelas Wahyu.
Tingginya minat masyarakat terlihat di SMPN 2 Gurah yang memiliki kuota sebanyak 288 siswa atau sembilan rombongan belajar. Pada hari pertama pendaftaran, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar mencapai 137 orang.
Angka tersebut menjadi bagian dari total 6.911 pendaftar SPMB SMP se-Kabupaten Kediri pada hari pertama.
Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Gurah, Kiptiyah, mengaku terkejut dengan tingginya animo masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya.
“Ya, memang di sini animo masyarakat sangat besar. Jadi kepercayaan masyarakat sangat besar sekali. Kami juga kaget, ini masih hari pertama sudah banyak pendaftar,” ungkapnya.
Menurut Kiptiyah, seluruh proses verifikasi dan pengumpulan berkas berjalan lancar tanpa kendala sistem.
Selama masa pendaftaran jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi, layanan verifikasi berkas dilakukan secara offline mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Setelah proses verifikasi selesai, calon siswa maupun wali murid dapat memantau posisi peringkat sementara melalui laman resmi SPMB Kabupaten Kediri.
“Untuk pemantauan hasil sementara pendaftar, begitu sudah verifikasi, wali murid itu bisa langsung melihat di urutan berapa anaknya sampai nanti di tanggal 10 jam 17.00 WIB sore,” jelas Kiptiyah.
Pendaftaran SPMB SMP Kabupaten Kediri dijadwalkan berlangsung hingga 18 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Kediri berharap proses penerimaan murid baru tahun ini berjalan lancar, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh calon peserta didik. [nm/beq]






