Ringkasan Berita:
- Dindik Jatim menyiapkan 7.212 operator dan tim pendamping untuk SPMB 2026.
- Pengambilan PIN berlangsung mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026.
- Sekolah diminta mengantisipasi antrean dengan sistem verifikasi berkas di pintu masuk.
- Kendala hari pertama didominasi kesalahan input nilai rapor dan dokumen yang belum lengkap.
Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiagakan 7.212 tenaga operator dan tim pendamping untuk melayani proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendaftaran peserta didik baru berjalan lancar di seluruh wilayah Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah di Surabaya pada hari pertama pelaksanaan pengambilan PIN.
Ia memastikan seluruh perangkat pendukung telah siap digunakan, termasuk komputer yang terhubung dengan basis data pusat.
“Alhamdulillah dari beberapa sampel sekolah yang dikunjungi sudah menyiapkan diri dengan baik. Terutama perangkat komputer yang sudah terhubung dengan database server pusat,” kata Aries, Jumat (29/5/2026).
Aries mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru atau panik saat melakukan pengambilan PIN karena waktu yang disediakan cukup panjang.
Pengambilan PIN SPMB 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026.
“Kita tidak ingin kepanikan antre pengambilan PIN terjadi lagi karena waktunya cukup panjang, mulai 28 Mei sampai 9 Juni 2026,” tegasnya.
Untuk menghindari penumpukan peserta, setiap sekolah membatasi jumlah layanan sekitar 200 peserta per hari.
Selain itu, petugas di bagian depan sekolah bertugas melakukan pemeriksaan awal kelengkapan dokumen sebelum peserta masuk ke ruang layanan.
“Di depan sudah diberikan informasi apa saja yang harus disiapkan dan kelengkapannya juga bisa dilihat di website,” jelas Aries.
Pada hari pertama pelaksanaan, Dindik Jatim menemukan sejumlah kendala teknis, salah satunya kesalahan input nilai rapor oleh sekolah asal serta kurang telitinya calon peserta saat memverifikasi data.
“Saya sudah minta sekolah membantu masyarakat yang tidak membawa kelengkapan data-data,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala SMAN 9 Surabaya, Muhammad Romli, mengatakan sekolahnya telah membentuk panitia khusus untuk melayani proses verifikasi dokumen.
“Kami menyiapkan 10 operator verifikasi sesuai jumlah akun operator yang dimiliki sekolah. Verifikasi dokumen dimulai tanggal 29 Mei sampai 10 Juni,” kata Romli.
Menurutnya, sekolah menerapkan sistem pemeriksaan berkas sejak di gerbang depan untuk mempercepat pelayanan.
Peserta yang dokumennya belum lengkap diminta melengkapi terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang operator.
“Kalau ada dokumen yang kurang bisa langsung dilengkapi tanpa harus ikut antre panjang,” pungkasnya. [ipl/beq]






