Magetan (beritajatim.com) – Soto obor asal Kelurahan Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan ternyata sudah terkenal sejak era 1960-an. Kenangan itu masih membekas di ingatan Bupati Magetan Suprawoto. Soto tersebut dijual dengan obor yang menyala di depan lapak penjualnya.
Pria 67 tahun asli Kelurahan/Kecamatan Maospati itu ingat betul jika soto obor berasal dari Dusun Sumber Kelurahan Kraton. Jika sekarang penjual membuka lapak soto di beberapa lokasi, dahulu penjualnya memikul soto obor sembari keliling.
“Saat saya masih kecil sekitar tahun 60-an pas ada penjual soto lewat sekitar Jalan Barat (Maospati), itu pasti penjualnya dari dusun Sumber, ” kenang Bupati Magetan saat menghadiri Festival Kuliner Jadul dan pengukuhan soto obor sebagai kuliner khas Kelurahan Kraton di Sendang Kamal Traditional Market, Minggu pagi (18/6/2023).
Mantan Sekjen Kementerian Kominfo itu masih ingat betul, jika Dukuh Sumber itu merupakan pusatnya kuliner soto obor. Ada yang memikul dagangan soto kemudian mangkal Jalan Barat, ada pula yang berkeliling.
“Ada yang dipikul terus magrok (mangkal) di Jalan Barat. Ada pula yang dipikul muter gitu. Ciri khas lainnya itu pasti rombong pikulannya ditutup pakai kain merah,” tutur Kang Woto, sapaan lekat Bupati Magetan Suprawoto.
BACA JUGA:
200 Warga Magetan Pilih Bekerja di Luar Negeri, Ini Negara Jujugannya
Dia mengharap jika warga setempat dan masyarakat Magetan tidak melupakan asal muasal soto obor yakni dusun Sumber. “Meski sekarang soto obor sudah banyak berkembang, jangan sampai lupa kalau asalnya dari Dukuh Sumber ini,” pesan Kang Woto.
Diketahui, soto obor nyaris sama dengan soto pada umumnya yakni kuah kaldu dan rempah dengan isian sayuran berupa irisan kubis, kecambah, seledri, ditambah daging ayam plus telur rebus. Pun, yang membedakan adalah penjualnya selalu menyalakan obor di depan tempat jualannya. Untuk kawasan Magetan sudah puluhan penjual soto obor yang dulunya mereka kenal dari Lingkungan Sumber, Kelurahan Kraton, Maospati. [fiq/but]






