Surabaya (beritajatim.com)- Tiga sosialita Surabaya bernama Erlisa Sampou, Silvia Rahmawati dan Imaniar Kurniasari menjadi korban penipuan arisan cuan grub yang dikelola seorang selebgram kondang mendatangi Polrestabes Surabaya Selasa sore.
Mereka menuntut penyidik Satreskrim Polrestsbes Surabaya segera menetapkan ketiga pelaku ber inisial M-T, A-D dan R-F yang ketiganya merupakan owner dari Cuan grup yang menyelenggarakan bisnis investasi dan arisan.
Salah satu korban Silvia Rahmawati menyebut, sejak kasus ini di laporkan tiga bulan lalu tepatnya bulan Oktober pemeriksaan dan penyelidikan berjalan denga,n baik.
“Kami geram, uang tak kunjung kembali, terlapor malah membuka arisan baru dan merekrut anggota arisan baru, bahkan pelaku yakin tak akan di tahan atas kasus ini,”kata Silvia.
Hal ini membuat jengkel para korban dan mendesak penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya segera menetapkan sebagai tersangka dan menahannya atas kasus ini.
Elissar Sampouwyang juga korban menyebut selain mendesak penyidik untuk menuntaskan kasus ini mereka juga menyerahkn bukti bukti untuk melengkapi berkas penyidikan.
“Bukti bukti penyidikan ini berupa screnshot percakapan di media sosial dan bukti bukti transfer uang,” tambah Elissar.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Haryono Widhi saat di konfirmasi menjelaskan bahwa penyidikan berjalan lancar tanpa kendala.
“Pemeriksaan saksi saksi dan pengumpulan barang bukti sudah di lakukan dan tinggal di lakukan gelar perkara,” kata Kompol Haryono.
Seperti yang pernah diberitakan sebanyak 300 sosialita yang mengikuti arisan yang di kelola oleh tiga selebgram ber inisial / M-T, A-D dan R-F, ketiganya merupakan owner dari cuan grup yang menyelenggarakan bisnis investasi dan arisan. Awalnya bisnis ini lancar, namun lama lama uang milik nasabah tak di bayar sesuai perjanjian, total senili 15 milyar rupiah, sehingga mereka melaporkan ke Polrestabes Surabaya. (ted)






