Surabaya (beritajatim.com) – Sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Proyek Strategis Nasional (PSN) reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) pada Selasa (11/2/2025) menuai penolakan. Tetapi, kelompok penolak reklamasi SWL datang ke lokasi saat sosialisasi rampung digelar.
Pantauan di lokasi, massa berkumpul di luar ruangan sosialisasi sekitar pukul 08.45 WIB. Mereka meneriakkan penolakan atas proyek reklamasi SWL tersebut.
Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 08.55 WIB, sosialisasi telah selesai dilaksanakan. Lalu, massa kontra mencoba merangsek masuk ke ruangan.
Massa berjumlah sekitar 150 orang tersebut berusaha berjalan ke panggung untuk menguasai forum. Mereka juga membentangkan spanduk berisi penolakan reklamasi.
Karena sosialisasi telah selesai, para peserta yang hadir sejak awal memilih untuk segera meninggalkan lokasi. Sehingga situasi cukup terkendali.
PT Granting Jaya selaku penyelenggara sosialisasi Amdal tersebut merupakan calon pengelola PSN reklamasi SWL. Perusahaan ini memiliki rekam jejak selama 50 tahun mengelola kawasan pantai Surabaya dengan usaha berupa taman wisata Kenjeran Park seluas 100 hektare (Ha).
Sementara, kondisi pantai timur Surabaya saat ini cukup memprihatinkan. Bibir pantai sudah dipenuhi lumpur setebal 1 hingga 1,5 meter akibat sedimentasi bertahun-tahun. Air laut pun sulit terlihat.
Dampaknya, para nelayan kesulitan melaut. Mereka terpaksa mendorong perahunya hingga beberapa kilometer sampai ke kawasan perairan dalam. Jika mengandalkan air laut pasang, mereka harus menunggu hingga 10 jam. Kondisi tersebut mengancam nelayan dari sisi ekonomi.
Dampaknya, sebagian nelayan memutuskan untuk beralih profesi. Selain itu, pariwisata kelautan menjadi sangat terbatas dan laut tak bisa lagi dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti olahraga air.
Kondisi tersebut kini tengah diupayakan untuk diatasi dengan proyek reklamasi pantai timur Surabaya. Proyek yang telah ditetapkan menjadi PSN tersebut dinilai dapat menjadi solusi.
Proyek ini diharapkan dapat menyediakan lahan untuk penguatan ekonomi, khususnya bagi para nelayan. Selain itu, dapat mengoptimalkan sumberdaya kelautan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). [beq]







10 Komentar
Hoax ini… Wong acara belum selesai kok bilang sudah selesai, buktikan kalau sudah selesai acaranya…
Berita mengada-ada ini… Kok bisa media sekarang seperti ini…. Acara tidak terselenggara malah katanya sudah selesai. Gak kredible ini… Siapa wartawannya ini.
masak sih acara sudah selesei, apa dasarnya informasi berita ini, itu kejadian penolakan ratusan warga nelayan terdampak reklamasi kan skitar jam 09.00 , masak acara konsultasi amdal hnaya bebebrapa menit. jangan sampai menyebar berita hoax nanti bisa di laporkan ke ranah hukum. kami nelayan pesisir surabaya ada di lokasi pada saat itu.
Berita yg ditulis itu versi pt.granting dan tdk sesuai dgn kenyataan, klo pembangunan pulau reklamasi dilaksanakan,justru akan menyengsarakan nelayan dan petani tambak.
Pulau Reklamasi dibangun di pesisir timur surabaya itu,utk kepentingan siapa…?? TOLAK REKLAMASI..!!!
Saya sangat tidak setuju dengan adanya reklamasi, karena reklamasi sangat merugikan bagi para nelayan dan petani tambak. Terutama masyarakat Surabaya akan banyak membawa dampak negatifnya, terutama pada sosial
Berita hoax…orang bodoh saja faham…
Masak sosialisasi AMDAL selesai jam 08.30 Mungkin ini sosialisasi dengan rasa cemas dan ketakutan karena yang diundang bukan masyarakat yanh terdampak AMDAL.ðŸ¤
maksudnya rampung apanya ? apa betul yang datang memang warga yang kenadampak langsung ? jangan hanya karena yang hadir 50 orang dianggap mewakili seluruh warga surabaya,yang harus diperhatikan yang kena dampak bukan hanya warga surabaya,warga sidoarjo,warga bangkalan,pamekasan,sumenep,gresik, pasti kena dampak atas proyek tersebut,proses pembangunan 20 tahun laut diobok obok,kehidupan alam laut pasti rusak,yang menanggung kerusakan bukan hanya warga yang tanda tangan diundangan amdal,jadi jangan pernah menyimpulkan amdal selesai !!!??
Pantai direklamasi, nelayan cari ikan kemana lagi
Pokoknya saya gak setuju dengan adanya reklamasi, reklamasi sangat merugikan kita semua
Kami salah satu peserta yang datang. Berdaaarkan undangan yg kami terima melalui pesan whastapp, adalah konsultasi publik amdal (bukan sosialisaai amdal). Hadi menurut saya berita ini disajikann tidak sesuai dg fakta. Ini menunjukan kelemahan bahwa tidak teliti, tidak bisa membedekan sosialisasi dan konsultasi.