Sorotan

Sepekan Menuju Ramadan 1442 Hijriyah

Pamekasan (beritajatim.com) – Memasuki pekan terakhir bulan Sya’ban, bulan kesembilan dalam kalender hijriyah. Tentunya kita bakal dihadapkan dengan bulan istimewa dengan beragam rahmat dan pengampunan, yakni Ramadan 1442 Hijriyah.

Berdasar perhitungan kalender Hijriyah, awal Ramadan atau tanggal 1 Ramadan 1442 Hijriyah diperkirakan jatuh dan bertepatan dengan hari Selasa, 13 April 2021. Sekalipun kepastian penentuan awal Ramadan masih menunggu hasil Rukyatul Hilal dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Guna menghadapi itu, umat Islam tentunya harus melakukan berbagai persiapan menyambut datangnya Ramadan 1442 Hijriyah. Salah satunya dengan memperbanyak amal shaleh dan meninggalkan maksiat, seperti Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan QS At-Taubah: 46:

Artinya: “Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu. Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka dan dikatakan kepada mereka; tinggallah kalian bersama orang-orang yang tinggal”.

Dalam beragam keterangan, bulan Sya’ban merupakan salah satu ‘bulan spesial’ dalam kalender hijriyah karena berada tepat di antara bulan Rajab dan Ramadan. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadan saatnya menuai hasil”.

Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi menganalogikan ketiga bulan tersebut dengan istilah bulan Rajab layaknya angin, Sya’ban laksana awan dan Ramadan seperti hujan. Dengan kata lain, Rajab sebagai bulan istighfar, Sya’ban bulan memperbanyak shalawat dan Ramadan menghidupkan Al-Qur’an.

Seperti diketahui, pada bulan Sya’ban (khususnya Nisfu Sya’ban) terdapat salah satu momentum di mana catatan amal manusia selama setahun terakhir dilaporkan secara langsung kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Ini (Sya’ban) adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan oleh orang-orang antara Rajab dan Ramadan, ini adalah bulan saat berbagai amal diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya suka amalan saya diangkat saat sedang berpuasa,” Al-Hadits.

Terlebih dalam keterangan lainnya, bulan Rajab diagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama tiga bulan lainnya; Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Bahkan para ulama juga sependapat menyifati Rajab sebagai bulan taubat dengan memperbanyak istighfar; “Sesungguhnya Rajab bulannya Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadan bulan umatku”.

Dalam artian bahwa Rajab merupakan gerbang menuju Bulan Suci Ramadan, di mana para Salaf al-Shalih senantiasa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar mereka dapat kembali berjumpa dengan Ramadan, karena besarnya keutamaan bulan istimewa dengan beragam berkah dan maghfiroh.

Terdapat beberapa amalan yang harus dipersiapkan dalam menyambut Ramadan, di antaranya dengan memperbanyak doa; bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memohon pengampunan dari berbagai dosa, bersemangat dan memperbanyak istighfar, serta melakukan berbagai amal saleh. Wallahu A’lam. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar