Surabaya (beritajatim.com) – Ada kabar baik bagi para pecinta mobil listrik. Sony dan Honda akan berkolaborasi mengembangkan mobil listrik dengan berbagai keunggulan yang menarik.
Menurut CEO Sony Honda Mobility, Yasuhide Mizuno, mobil tersebut akan dibekali teknologi AI, hiburan, realitas virtual, dan augmented reality dari Sony untuk menghadirkan mobil listrik yang unik.
“Mobil konsep ini membuat pengguna dapat merasakan sensasi mobilitas interaktif dan di mana mobilitas dapat mendeteksi pengguna jalan lain dengan memanfaatkan teknologi penginderaan dan AI,” kata Mizuno, diinformasikan melalui Ther Veger, Jumat (6/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”mobil”]
Mobil yang bernama Afeela ini memiliki fitur Unreal Engine dari Epics Games. Untuk pemesanan pertama dijadwalkan pada paruh pertama 2025 dan penjualan dimulai pada tahun yang sama. Sedangkan pengiriman awal ke pelanggan di Amerika Utara dimulai pada musim semi 2026.
Unreal Engine merupakan sebuah mesin permainan grafis komputer 3D. Sistem ini disebut – sebut tidak hanya membantu memvisualisasikan hiburan di dalam mobil, namun juga dalam keamanan dan komunikasi.
Diketahui, bahwa Sony dan Honda sebelumnya pernah menjelaskan bahwa akan melakukan produk kolaborasi mobil listrik dan akan diproduksi di pabrik Honda di Amerika Utara. Afeela dirancang bakal memiliki kemampuan mengemudi otomatis Level 3 dalam kondisi terbatas.
Otonom level 3 berarti mobil dapat mengemudi otomatis dalam situasi tertentu seperti kemacetan lalu lintas, akan tetapi pengemudi manusia harus mengambil alih kemudi saat sistem memintanya.
Arketipe atau purwarupa ini dilengkapi 45 kamera dan sensor di dalam dan luar kendaraan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan. Sensor di dalam kabin Afeela akan memantau status pengemudi berdasarkan kondisinya agar mencegah terjadinya kecelakaan.
Honda dan Sony pada Maret 2022 telah mengumumkan mereka membentuk perusahaan baru untuk pengembangan mobil listrik. Sony Honda Mobility kemudian berdiri pada September dengan kapitalisasi US$68 juta, kedua perusahaan induk ini memiliki saham 50 persen.
Mengutip dari Nikkei Asia, Honda akan memproduksi mobil listrik Afeela dengan teknologi keamanannya. Sementara itu, Sony bertugas membuat perangkat lunak dan teknologi hiburan. (frs/nap)






