Kediri (beritajatim.com) – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kediri menanggapi kasus EP, seorang anak di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang atas akibat penurunan motivasi belajar.
Kepala Seksi Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Cabdindik Kediri, Sidik Purnomo, menjelaskan bahwa pada September ini pendaftaran ke sekolah negeri tingkat SMA dan SMK sudah ditutup. Namun, masih terbuka peluang bagi EP untuk bersekolah di swasta.
“Ya, kalau masalah bantuan dan sebagainya selama dia sudah tercover DTKS kan dimungkinkan untuk dapat bantuan PIP kan juga mesti dapat,” ujarnya.
Sidik menyebutkan sejumlah sekolah alternatif yang bisa dipilih sesuai minat EP pada jurusan teknik permesinan.
“Katanya dia inginnya ke mesin bubut. Nah, berarti kan jurusan teknik permesinan. Sementara yang dekat dengan rumah, itu ada SMK PGRI 4, jaraknya mungkin hanya 5 menit bisa. Kalau agak jauh ada SMK Al-Huda, ada PGRI 1 Kota, ada SMK Kerta Negara Kota, yang bisa jadi alternatif,” imbuhnya.
Menurutnya, faktor utama yang harus diperhatikan adalah membangkitkan kembali semangat EP untuk mau bersekolah. Sidik menduga turunnya motivasi disebabkan pilihan sekolah yang tidak sesuai dengan minat.
Ia menegaskan, jika EP menunda hingga tahun ajaran baru 2026, maka aturan baru penerimaan siswa akan berlaku dengan tambahan syarat tes kemampuan akademik. Kondisi itu dikhawatirkan membuat peluangnya semakin kecil untuk bisa bersekolah di sekolah negeri.
“Sehingga mau nggak mau sebenarnya anak ini ya harus segera sekolah di swasta. Karena kualitasnya pendidikan anak di swasta pun peralatannya kan juga sudah saya rasa sama. Guru-gurunya kompetensinya juga sama. Bantuannya juga negeri dan swasta juga sama. Jadi enggak ada bedanya,” jelasnya.
Sidik menambahkan, jika EP bersedia melanjutkan sekolah, pihaknya akan memfasilitasi prosesnya.
“Ya, nanti kalau memang dia mau di sekolah swasta, kita mudah, biar dijemput bola oleh lembaga sekolah. Ya, nanti kita datangkan sekolah untuk bisa ke rumahnya. Ya, karena anak dan orang-orang tua cukup di rumah saja. Yang penting motivasinya harus bangkit mau sekolah dulu. Dan ini tugas kita bersama. membangkitkan motivasinya. Karena motivasinya kan sekarang sedang jatuh anak ini. Ya, gitu ya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga menyempatkan diri mengunjungi rumah EP pada Selasa (9/9/2025) lalu untuk memberikan semangat. Mbak Wali, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa pendidikan adalah hak semua anak.
“Kita memberikan motivasi kepada adik EP untuk semangat lagi bersekolah. Karena pendidikan ini adalah hak setiap anak. Kita juga tahu bahwa pendidikan ini jembatan untuk meraih masa depan yang gemilang,” ujarnya.
Vinanda menambahkan, Pemkot Kediri telah menawarkan beberapa alternatif pendidikan bagi EP, termasuk melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan waktu belajar fleksibel serta pendampingan konseling.
“Tadi saya ngobrol dengan adik EP ini minatnya di mesin. Lalu tadi adik EP juga ingin jadi TNI. Makanya tadi kita motivasi agar mau sekolah untuk meraih cita-cita,” ungkapnya. [nm/ted]






