Blitar (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikabarkan bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat di Jakarta beberapa waktu lalu.
Saat dikonfirmasi usai ziarah di Makam Bung Karno di Blitar terkait kabar tersebut, Khofifah hanya tersenyum dan memberikan jawaban dengan nada bercanda.
“Yang benar itu, kita barusan berziarah ke Makam Bung Karno,” ujar Khofifah sembari tersenyum, Rabu (11/10/2023).
Khofifah kemudian berlalu untuk membagikan sembako kepada warga yang menunggu. Dia enggan menjawab lanjutan pertanyaan mengenai pertemuan dirinya dengan Megawati.
“Ayo, Rek. Ayo, Rek,” ucap Khofifah sembari berjalan.
BACA JUGA:
Khofifah Khusyuk Panjatkan Doa di Makam Bung Karno
Sebelumnya, Khofifah telah dipanggil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sebelum bertemu Khofifah, Megawati sendiri telah bertemu dengan Presiden Jokowi.
Pertemuan Megawati dengan Khofifah diduga berkaitan Pilpres 2024. Namun, Khofifah sendiri ketika ditanya lebih memilih running Pilpres 2024 atau Pilgub Jatim 2024, hingga saat ini masih menyimpan rapat-rapat langkah politiknya.
“Ya Allah, Rek. Ya Allah, Rek. Aku tak ngurus Jawa Timur yo, Rek (Saya mengurus Jawa Timur saja ya),” tegas Khofifah singkat kepada wartawan. Jawaban ini belum bisa dipastikan bahwa Ketum IKA Unair ini akan running Pilpres atau Pilgub Jatim 2024.
Khofifah menyatakan masih ada banyak hal yang harus diselesaikan sebagai Gubernur Jatim. Di sisa masa jabatannya hingga Desember 2023 bersama pasangannya Emil Dardak, Khofifah ingin bekerja sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat di Jatim.
Menurut catatan beritajatim.com, pertemuan Khofifah dengan Ganjar dibandingkan Khofifah dengan Prabowo, memang lebih sering Khofifah bertemu Prabowo. Sebanyak 3-4 kali Prabowo bertemu Khofifah. Mulai Prabowo yang mendatangi Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, bertemu di Restoran de Soematra Surabaya dan mengutus orang-orangnya untuk bertemu Khofifah. Seperti Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo dan Gus Miftah (Pimpinan Ponpes Ora Aji Sleman, Yogyakarta).
BACA JUGA:
Ziarah ke Makam Bung Karno, Khofifah: Teladani Perjuangannya
Informasi yang diperoleh beritajatim.com, ketika dirayu Prabowo agar mau menjadi cawapresnya, Khofifah selalu menegaskan, bahwa dirinya menunggu titah atau perintah dari ‘Pak Lurah’. Pak Lurah yang dimaksud adalah Presiden RI Jokowi. Selain itu, Khofifah juga menunggu petunjuk dan restu dari sejumlah kiai sepuh maupun PBNU. Mengingat Khofifah adalah salah seorang Ketua PBNU.
Nama Khofifah adalah salah satu nama bakal cawapres yang disodorkan Prabowo ke sejumlah kiai khos NU dari pondok pesantren besar di Jatim. Ini setelah Gus Muhaimin dan PKB ‘melepaskan diri’ dari Koalisi Prabowo, sejumlah kiai memang berharap Prabowo agar menggandeng wakil dari NU. Nama itu adalah Khofifah. Selain Khofifah, memang ada nama Erick Thohir dan Sandiaga Uno. Kedua nama terakhir ini dianggap ‘NU naturalisasi’.
Khofifah menegaskan, belum mengambil keputusan soal tawaran menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024. Penegasan itu disampaikan ketika ditanya tentang sejumlah partai politik (parpol) yang berkomunikasi kepadanya soal peluang dirinya bakal menjadi cawapres.
“Kita endapkan dulu sampai pada proses konfirmasi proses pengambilan keputusan bersama, sehingga saat ini tidak pada posisi ‘yes or no’ (ya atau tidak),” kata Khofifah menjawab media di sela acara ‘Gathering Alumni Unair’ di Jakarta, awal Agustus 2023.
Ia menyebut akan meminta pendapat sejumlah tokoh dan ulama untuk membuat atau bahkan menerima tawaran tersebut. “Saya bukan siapa-siapa. Saya akan sowan (berkunjung) minta pendapat dan nasihat para ulama, para kiai,” ucapnya. [owi/beq]






