Surabaya (beritajatim.com) – Siswa SMP Tenggilis Jaya Surabaya yang berada Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, No.14 harus gigit jari saat awal masuk sekolah. Bagaimana tidak, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2023 yang biasanya untuk penyambutan teman baru, itu tidak terjadi.
Penyebabnya, SMP Tenggilis Jaya untuk Tahun Ajaran 2023-2024 hanya mendapatkan satu siswa. Itupun siswa bersangkutan tidak hadir karena sakit.
Di SMP tersebut sebelumnya hanya mendapat dua murid baru. Namun, salah satunya menyatakan mengundurkan diri saat hari kedua MPLS 2023.
Kepala sekolah SMP Tenggilis Jaya, Hari Poedjo Irianto mengatakan orang tua salah satu murid baru tersebut, hari ini, menyatakan pengunduran diri. Artinya hanya satu murid di Kelas 7 pada tahun ini.
“Ada dua murid baru, satu mengundurkan diri. Anaknya ga mau sekolah per hari ini Ibunya (murid yang mengundurkan diri) tadi datang. Tapi saya pesan anaknya ke orang tuanya harus tetap sekolah,” kata Hari saat ditemui di SMP Tenggilis Jaya, Selasa (18/7/2023).
Selain itu, pada momen MPLS satu murid baru tersebut tidak masuk sekolah karena izin kondisi sakit. Sehingga, hari ini, selasa, murid di kelas 7 pun kosong.
“Kemarin ikut satu murid baru, hari ini sakit,” katanya.
Hari mengatakan untuk total murid di SMP Tenggilis Jaya hanya berjumlah 15 murid. Secara rinci yakni kelas 9 ada 12 murid, kelas 8 ada 2 murid, dan kelas 7 kelas 1 murid.
Jumlah murid di SMP Tenggilis Jaya, kata dia, sudah mulai menurun sejak tahun 2019 lalu pada saat kondisi pandemi Covid-19 hingga saat ini. Padahal, pihak sekolah menawarkan SPP murah yakni Rp 100 ribu per bulan.
“Kita ini mendirikan sekolah murah, tapi kan biasanya orang tua murid lebih memilih sekolah gratis daripada kualitas,” katanya.
Sementara Koordinator Musyrawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengatakan bahwa kondisi sekolah swasta sebagian sudah ada yang menenuhi target. Dari jumlah 262 sekolah swasta, hanya 10 persen tidak memenuhi target.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi: Jumlah Siswa Sekolah Swasta di Surabaya Menurun
Terkait SMP Tenggilis Jaya yang hanya mendapat satu murid, Erwin mengungkapkan bahwasanya PPDB SMP Negeri masih membuka pendafaftaran meski telah resmi ditutup.
“Jadi masih terjadi. Pendaftaran siswa swasta ke negeri bahkan sampai MPLS hari kedua yang laporan siswanya ditarik ke SMP Negeri,” katanya. [asg/but]






