Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah ijazah di SMKN 1 Bojonegoro masih ada yang belum diambil oleh siswa. Hal itu lantaran siswa yang baru lulus sudah bekerja di luar daerah.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bojonegoro Fatkhurrohim mengatakan, sejumlah ijazah yang masih berada di sekolah lantaran belum diambil oleh siswa. Ijazah yang belum diambil itu menurutnya bukan lantaran ditahan sekolah.
“Bulan Juli baru selesai pengambilan ijazah. Dan beberapa siswa yang belum mengambil ijazah ini karena sudah bekerja keluar daerah. Jadi kami tidak pernah menahan ijazah,” ujarnya, Jumat (11/08/2023).
Untuk diketahui, pengumuman kelulusan ini dilakukan pada bulan Mei, kemudian diterbitkan blangko kelulusan, bulan Juli blangko ijazah baru turun. Adanya ijazah yang belum diambil itu, pihak sekolah mengaku sudah membuat surat edaran kepada siswa untuk segera mengambil ke sekolah.
“Alasan belum diambil ini ada yang sudah berkeluarga, rumahnya jauh, dan beralasan tidak terpakai. Bahkan pihak sekolah membentuk tim untuk mengantarkan ijazah itu ke rumah siswa,” terangnya.
BACA JUGA:
Wali Murid di Bojonegoro Ngeluh Iuran Komite Sekolah Negeri
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban Adi Prayitno menegaskan, distribusi ijazah tahun kelulusan 2023 harus segera diselesaikan.
“Semua ijazah lulusan 2023 harus segera dituntaskan. Atau tahun sebelumnya yang masih di sekolah untuk segera diantar di rumahnya,” tegasnya. [lus/but]






