Malang (beritajatim.com) – Teknologi tepat guna bernama smart garden buatan tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) menawarkan budidaya tanaman anggrek berbasis Internet of Think (IoT). Tim ini diketuai oleh Prof Dr Purnomo, ST, MPd dan beranggotakan tiga dosen yaitu Dr. Tuwoso, MP, Drs Suharmanto, M.Pd, dan Johan Wayan Dika, MPd.
Menurut ketua tim, pihaknya memutuskan untuk merekayasa teknologi tepat guna yang dapat digunakan untuk mengontrol kadar air yang terdapat pada media tanam anggrek. Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik kota Batu menyatakan bahwa Batu merupakan tempat budidaya tanaman terbaik di Jawa Timur.
“Salah satu jenis tanaman yang dibudidayakan adalah anggrek. Ada seorang petani bernama Nidzar, yang terdapat di Desa Sidomulyo menyampaikan jika budidaya tanaman hias seperti Anggrek memerlukan ketelatenan, ketelitian, dan kehati-hatian karena tanaman anggrek itu gampang-gampang susah,” jelas Dosen yang aktif mengajar di Jurusan Teknik Mesin itu.
Dia memberi contoh ketersediaan air dalam media tanam. Apabila kadar air terlalu melimpah maupun kurang, maka dapat berpotensi anggrek bisa rusak. Permasalahan itulah yang memunculkan ide pembuatan Smart Garden.
[berita-terkait number=”4″ tag=”um”]
Menurutnya smart garden menjadi solusi yang ditawarkan oleh tim terhadap budidaya tanaman hias, salah satunya anggrek. Teknologi Tepat Guna ini, mendapat support bantuan oleh non-APBN Universitas Negeri Malang Tahun 2022.
“Di dalam smart garden sudah diintegrasikan dengan Internet of Think (IoT). Dengan kata lain Smart Garden yang sukses dibangun ini dapat diakses melalui smartphone petani dimanapun dan kapanpun. Smart garden terintegrasi Internet of Think (IoT) dilengkapi dengan sensor kelembaban dan kadar air pada media tanam anggrek,” terangnya.
Kehadiran smart garden, kata dia, diharapkan bermanfaat untuk membantu proses monitoring pertumbuhan bibit anggrek. “Teknologi ini dikembangkan dengan tujuan membantu seluruh kebutuhan anggrek dalam beberapa aktivitas berupa pengairan, pemupukan dan pengusiran hama,” tutup Prof Purnomo.[dan/but]







