Jakarta (beritajatim.com) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung telah menandatangani perjanjian kerjasama yang bertujuan untuk mendukung fungsi intelijen dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Penandatanganan tersebut berlangsung di Serang, Banten pada Senin (4/12/2023).
Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Intelijen, menyatakan bahwa Jamintel melalui Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis dan Direktorat Ekonomi dan Keuangan bertekad mendukung pembangunan nasional melalui pengawasan proyek strategis, investasi, dan pelacakan aset dalam lingkungan SKK Migas.
“Kami mendukung percepatan pembangunan infrastruktur terutama dalam eksplorasi dan eksploitasi migas demi mencapai target 1 Juta barel minyak dan 12 BSCFD Gas Bumi pada tahun 2030,” ujar Reda.
Manthovani menegaskan bahwa kesepakatan ini menunjukkan dukungan dari Kejaksaan terhadap SKK Migas dalam melaksanakan kegiatan ekplorasi, eksploitasi, serta mendukung transisi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.
BACA JUGA:
SKK Migas Jabanusa Jalin Sinergi melalui Forum Pertanahan dan Kehutanan 2023
Sementara itu, Nanang Abdul Manaf, Wakil Kepala SKK Migas, menekankan perlunya peran Kejaksaan dalam pengawasan, pengamanan, dan pengawalan proyek-proyek strategis di sektor Hulu Migas.
“Industri Hulu Migas merupakan proyek strategis nasional dengan berbagai tantangan, dan ini membutuhkan pengawalan dari Kejaksaan,” tambah Nanang.
Sebelumnya, SKK Migas dan Jaksa Agung telah menandatangani kesepahaman pada bulan November 2023. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, SKK Migas membutuhkan dukungan bidang intelijen untuk kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.
Di samping penandatanganan perjanjian kerjasama, pada tanggal 5 Desember 2023, SKK Migas dan Jamintel Kejaksaan Agung juga melakukan penanaman 10 ribu pohon mangrove dan pelepasan burung di Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten.
BACA JUGA:
SKK Migas dan Kementerian Pertanian Sinergikan Ketahanan Energi dan Pangan
Seremoni ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung proyek-proyek seperti Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CSUS) yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.
Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, menekankan pentingnya investasi yang terus meningkat seiring dengan kelestarian lingkungan untuk masa depan Indonesia menuju visi Indonesia emas 2045.
Nanang Abdul Manaf dari SKK Migas menambahkan bahwa penanaman pohon tersebut adalah kontribusi dari Industri Hulu Migas dalam upaya meningkatkan produksi sambil mengurangi emisi karbon. Selain itu, SKK Migas dan Jamintel Kejaksaan Agung juga memberikan beasiswa kepada 50 anak sekolah di sekitar wilayah tersebut. [beq]






