Lamongan (beritajatim.com) – Tim voli putri asal Lamongan, Skavola Sae Megilan, harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar Livoli Divisi 1 2025 setelah kalah dari Triple’S dalam tiga set langsung. Bermain di hadapan publik sendiri di Sport Center Lamongan, Kamis (30/10/2025) malam, tim tuan rumah gagal menahan dominasi lawan yang tampil solid sejak awal pertandingan.
Triple’S langsung mengambil kendali permainan dengan pola serangan yang rapi dan efektif. Sebaliknya, Skavola tampak kesulitan menjaga ritme permainan dan gagal mengembangkan serangan. Dua set awal berakhir dengan skor identik 25-18 untuk keunggulan Triple’S.
Pada set ketiga, pertarungan berlangsung lebih sengit. Skavola mencoba bangkit dan memberikan perlawanan ketat, namun kembali harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 25-22. Kekalahan ini memastikan langkah Skavola terhenti di fase 16 besar meski mendapat dukungan penuh dari suporter tuan rumah.
Pelatih Skavola Sae Megilan, Ahmad Robi, mengakui bahwa timnya belum mampu menampilkan permainan terbaik. Ia menyebut sektor receive menjadi titik lemah yang membuat sistem serangan tidak berjalan optimal.
“Untuk hari ini, pertandingan tidak jalan sesuai yang kita harapkan. Receiver gak jalan, attackernya play terus. Ketika dapat serangan balik, defend-nya tidak jalan. Dari situ kita tertinggal poin demi poin dan semangat pemain menurun. Problem paling utama ada di receiver,” ujar Robi usai pertandingan.
Selain faktor teknis, Robi juga menyoroti minimnya waktu persiapan menjelang kompetisi nasional tersebut. Menurutnya, Skavola hanya memiliki waktu latihan selama tujuh hari sebelum tampil di ajang Livoli Divisi 1 2025.
“Chemistry antar pemain belum sepenuhnya terbentuk karena waktu persiapan yang terbatas,” tambahnya. [fak/beq]






